NEWSTICKER

Tinggalkan Politik Kekanak-kanakan

12 November 2022 08:16

Usia 24 tahun boleh jadi memang belum terlalu matang sebagai sebuah negara demokrasi. Akan tetapi, dalam usia itu semestinya negara ini sudah mulai dewasa dalam berpolitik. Pertanyaannya, sudah dewasakah kita?

Negeri ini sudah dua dekade lebih menanggalkan era otoritarian. Lewat jalan reformasi yang tidak mudah, yang berdarah-darah, yang harus ditebus dengan nyawa sejumlah patriot bangsa, kita bisa hidup di era kebebasan. Era yang seharusnya menjadi modal berharga untuk menuju pelabuhan kesejahteraan.

Kita tentu tak asal memilih demokrasi sebagai titian hidup berbangsa dan bernegara. Dengan demokrasi yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa untuk berperan serta mengelola negara, kita yakin negeri ini bisa menjadi negara yang besar. Dengan demokrasi yang memberikan tempat terhormat bagi perbedaan, kita optimistis bangsa ini dapat mempererat persatuan.

Itulah keinginan ideal kita. Sayangnya, ia masih jauh dari kenyataan. Kenyataannya, kita masih gagap berdemokrasi. Prinsip mulia demokrasi tak jarang diabaikan, bahkan diselewengkan. Atas nama demokrasi, sebagian anak bangsa berlaku suka-suka. Atas nama kebebasan, tak sedikit yang berpolitik tanpa batas.

Demokrasi sebagai perekat keberagaman kerap dibolak-balik. Kerap kali sebagian dari kita, termasuk para elite, malah mengedepankan perbedaan ketimbang mengutamakan persatuan dan kesatuan.

Sumber: Media Indonesia