NEWSTICKER

Indonesia Dorong Sertifikasi ISPO untuk Industri Sawit Berkelanjutan

10 November 2022 15:42

Indonesia terus mendorong sertifikasi rantai pasok kelapa sawit berkelanjutan dengan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) seiring tren permintaan pasar saat ini. Sertifikasi ini dinilai penting untuk memenangkan persaingan pasar di Eropa maupun Asia, terutama Tiongkok.

Menguatnya isu perubahan iklim dan lingkungan hidup ikut mendorong industri kelapa sawit di tanah air untuk mempercepat sertifikasi berkelanjutan. Para pemangku kepentingan kelapa sawit kini bahu membahu mendorong implementasinya di hulu maupun hilir, baik yang voluntary seperti RSPO maupun ISPO yang diwajibkan pemerintah.
 
Wakil Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Agam Fatchurrochman menegaskan, Indonesia saat ini tercatat sebagai negara dengan sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan terbesar di dunia. Namun, sertifikasi masih perlu digenjot seiring tren permintaan pasar dunia dan luas perkebunan sawit yang dimiliki. Hingga saat ini, baru sekitar 7,4 juta hektare dari total 16,3 juta hektare lahan sawit yang sudah tersertifikasi sukarela melalui RSPO dan yang mandatory melalui ISPO.
 
Sementara Kepala Sekretariat Forum Petani Kelapa Sawit berkelanjutan Indonesia (Fortasbi) Rukaiyah Rafik menyatakan, petani swadaya yang menguasai 41% perkebunan sawit Indonesia mendukung penuh sertifikasi ISPO. Menurut Rukaiyah, panggilan hijau sudah menjadi suatu keniscayaan yang harus diikuti petani sawit. Karena itu Rukaiyah yakin, semua petani sawit swadaya sudah mendapat sertifikasi ISPO pada 2025 sesuai target pemerintah