16 February 2023 16:15
Tim Satgas Pangan Provinsi Sumatera Utara menemukan dugaan penimbunan Minyakita di salah satu gudang perusahaan distributor di Kota Medan, Senin (16/2/2023). Sekitar 75 ton Minyakita masih berada di gudang tersebut, sudah diproduksi sejak November 2022, yang seharusnya sudah didistribusikan.
Sekretaris Tim Satgas Pangan Provinsi Sumut Naslindo sirait mengatakan, hinga Febuari 2023, minyak goreng subsidi Minyakita ini belum didistribusikan oleh PT Yorgo Jawara Retail, yang mengindikasikan adanya dugaan penimbunan.
Sementara di Bengkulu, tidak ditemukan minyak goreng subsidi kemasan Minyakita. Kondisi ini terpantau setelah satgas pangan Polresta Bengkulu langsung melakukan pengecekan di sejumlah lokasi dari tingkat distributor, toko grosir besar hingga Gudang Bulog.
Di tiga titik lokasi ini, keberadaan minyak goreng subsidi tidak terlihat, sementara minyak goreng premium yang harga jualnya tinggi, justru melimpah. Para pemilik gudang distributor dan toko grosir mengaku sudah lebih dua pekan ini, belum menerima pasokan Minyakita.
Keterlambatan pengiriman diduga menjadi pemicu kekosongan minyak goreng murah tersebut. Pemerintah daerah diminta proaktif minta tambahan kuota agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu
Sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah meredam gejolak tingginya permintaan pasar Minyakita. Penjualan hanya dikhususkan di pasar tradisional. Penjualan di ritel modern maupun e-commerce dihentikan. Kementerian Perdagangan juga meminta pembelian Minyakita, dibatasi, paling banyak dua liter per hari setiap orangnya.