4 October 2022 19:46
Partai NasDem menyerahkan sepenuhnya kepada Anies Baswedan untuk mencari cawapres sesuai harapannya. Lalu siapa yang pantas disandingkan dengan Anies Baswedan untuk kontestasi pilpres 2024?
Partai Demokrat menghargai dan menyambut baik atas inisiatif deklarasi capres yang dilakukan Partai Nasdem. Sosok Anies Baswedan dikatakan cukup ideal untuk jadi bakal calon presiden dalam Pilpres 2024 mendatang.
Demokrat menyambut baik apa yang dilakukan oleh Surya Paloh yang memberi tahu lebih awal tentang deklarasi Anies sebagai capres dari Partai NasDem kepada Demokrat dan PKS. Hal tersebut menurut Andi memperlihatkan keseriusan Surya Paloh sebagai Ketum Partai NasDem untuk terus berkomunikasi dengan Partai Demokrat.
"Kami sudah sejak lama sebenarnya berbicara dengan NasDem dan juga PKS bahkan sebelum pencapresan ini, itu memperlihatkan kesungguhan bang Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai NasDem untuk terus berkomunikasi dengan kami" ucap Andi Mallarangeng.
Andi sebut Anies Baswedan yang bersanding dengan AHY sangat cocok untuk maju di pilpres 2024 mendatang. Dilihat dari kompatibilitas Anies dan AHY sudah cukup, ada satu tokoh sipil dan ada tokoh mantan militer. Andi mengatakan bahwa Anies dan AHY ini terlihat saling melengkapi. Namun untuk melangkah lebih lanjut harus dibicarakan lebih detail lagi.
Sedangkan menurut Juru Bicara PKS, Muhammad Iqbal dalam politik segala kemungkinan bisa terjadi, tetapi tidak bisa dilupakan bahwa PKS juga memiliki kader-kader yang kualitasnya tidak kalah dari AHY. PKS juga mengapresiasi apa yang sudah dilakukan NasDem dalam mencalonkan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden.
Iqbal juga mengatakan PKS memiliki kader yang mumpuni yang akan diusung menjadi cawapres pendamping Anies. PKS akan bersaing secara sehat untuk memperebutkan kursi cawapres pemilu 2024. PKS saat ini sedang fokus untuk membangun perubahan secara nyata.
Tanggapan Analis Politik LSI, Djayadi Hanan tentang Demokrat dan PKS yang ingin mengusung cawapresnya dengan menyodorkan kadernya sebagai cawapres dan Anies yang memiliki otoritas dalam mencari dan menentukan cawapresnya sendiri adalah ada dua pertimbangan yang bisa dikemukakan. Pertama pertimbangan objektif dan kedua pertimbangan subjektif.
Seluruh partai yang akan menjadi calon anggota koalisi harus mengedepankan pertimbangan objektif terlebih dahulu, supaya lebih mudah dalam memutuskan siapa yang akan maju di pemilu 2024 mendatang. Ada tiga faktor objektif yang bisa dipertimbangkan untuk memutuskan siapa yang akan menjadi cawapres. Pertama faktor soliditas koalisi, kedua faktor efek ekor jas, dan ketiga faktor elektabilitas.
"Kalau dilihat Anies sudah jadi idola di para pemilih PKS, 80 persen pemilih PKS cenderung ke Anies, di NasDem 40 persen, dan di Demokrat juga hampir 40 oersen" sambung Djayadi.
PKS dan NasDem punya kedekatan secara historis dan sejarah lebih kuat dengan Anies dibandingkan dengan Demokrat. Sehingga asosiasi orang ke Partai NasDem dengan PKS lebih kuat dibandingkan dengan Demokrat.