23 August 2022 10:40
Event Copenhagen Fashion Week kali ini banyak digaungkan mengenai fashion hijau atau fashion yang ramah lingkungan. Semua pakaian dan tekstil yang berpartisipasi di sini harus terdiri dari setidaknya 40?han daur ulang.
Kementerian Lingkungan Hidup Denmark telah mengeluarkan kebijakan bagi industri mode dan tekstil, untuk mendaur ulang dan menggunakan lebih banyak bahan daur ulang pada 2030.
Dalam Copenhagen Internasional Fashion Fair ada 40 merek pakaian asal Denmark yang sudah mengeksplorasi teknik ekonomi sirkular. Mereka menciptakan kain dari bahan daur ulang yang didapat dari bahan sisa pabrik tekstil hingga limbah dari industri pisang.
Desainer Klaus Samsoe mengubah limbah dari perusahaan furnitur menjadi pakaian jadi yang tahan lama. Menurut Badan Lingkungan Eropa, produksi tekstil di Uni Eropa menghasilkan 121 juta ton karbon dioksida pada 2020. Ini setara dengan 270 kilogram per orang.
Sementara itu ada merk lokal yang menawarkan pengunjung untuk bisa melacak dampak karbon dari sepatu yang memiliki barcode.
Kebijakan fashion ramah lingkungan ini membutuhkan beberapa penyesuaian agar harga produksi tetap terjangkau bagi produsen dan ekonomis bagi masyarakat.