19 August 2026 13:00
Manggarai: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meninjau langsung kesiapan logistik bagi korban gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungan tersebut, Purbaya memastikan pemerintah pusat terus memantau situasi dan siap mengalokasikan anggaran pemulihan yang diperlukan bagi daerah terdampak.
"Kita dari pusat monitor terus keadaannya dan akan menyiapkan anggaran sesuai dengan yang dibutuhkan, tentunya dengan persetujuan Bapak Presiden, menunggu petunjuk Bapak Presiden," ujar Purbaya dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu 19 Agustus 2026.
Sebelumnya, pemerintah telah mengirimkan Rp44 miliar untuk penanganan bencana di Manggarai. Purbaya meminta pemerintah daerah menggunakan anggaran tersebut terlebih dahulu dan melaporkan apabila kebutuhan masih belum terpenuhi.
"Kita lihat nanti, saya bilang ke Pak Bupati pakai dulu itu, nanti kalau kurang lapor ke kami nanti kami lapor ke Bapak Presiden nanti Presiden pasti akan menyiapkan anggaran lebih untuk daerah yang terkena bencana," katanya.
Purbaya mengatakan pola penanganan bencana di Manggarai kemungkinan akan menggunakan pendekatan serupa dengan penanganan bencana di Aceh. Namun, keputusan tersebut masih akan melihat tingkat keparahan bencana di NTT.
Terkait kemungkinan pembentukan satuan tugas khusus, Purbaya menilai hal tersebut belum tentu diperlukan selama pemerintah daerah masih mampu menangani kondisi darurat dengan baik.
"Kalau memang bisa ditangani langsung ya langsung aja daerah yang menangani, pusat membantu," ujarnya.
Menurut Purbaya, kondisi pemerintahan daerah di Manggarai masih berjalan dengan baik karena sebagian besar infrastruktur tidak mengalami gangguan seperti yang terjadi di Aceh.
"Di Aceh kan semua infrastruktur keganggu, di sini kan nggak. Jadi institusi pemda masih berjalan dengan baik, itu yang kita dukung," katanya.
Meski demikian, pemerintah pusat tetap memastikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memiliki anggaran yang cukup untuk menangani kondisi darurat.
"Kita pastikan anggaran BNPB cukup," ujar Purbaya.
Purbaya juga menyebut Kementerian Keuangan menyalurkan bantuan awal melalui program Kemenkeu Peduli. Bantuan tersebut berasal dari kontribusi pegawai Kementerian Keuangan dan bukan berasal dari anggaran negara.
"Kemenkeu Peduli ya, bukan dari anggaran jadi dari orang-orang Kemenkeu," katanya.
Untuk dana tanggap darurat melalui BNPB, Purbaya menyebut pemerintah memiliki kapasitas anggaran yang besar.
"Harusnya sih kita bisa sediakan sampai Rp5 triliun, tapi kita akan tunggu permintaannya dari BNPB seperti apa," ujar Purbaya.
Pemerintah juga terus memantau distribusi logistik ke wilayah terdampak. Purbaya mengatakan logistik yang baru tiba di pelabuhan diharapkan secara bertahap dapat disalurkan ke lokasi pengungsian.
"Yang penting kalau ada kebutuhan daerah harus lancar penyaluran barangnya dan dananya. Kita akan monitor itu terus," katanya.