Mutiara Hikmah Nusantara

Merajut Persatuan Lewat Falsafah Maluku Utara 'Marimoi Ngone Futuru'

22 February 2026 22:37

Program Mutiara Hikmah Nusantara episode kali ini menghadirkan diskusi mendalam bersama Pengasuh Pesantren Modern Internasional Dea Malela, M. Din Syamsuddin, yang mengupas tuntas makna falsafah dari Kesultanan Tidore, Maluku Utara, yakni "Marimoi Ngone Futuru" (Mari Bersatu, Asas Kekuatan dan Kebersamaan).

Sultan Tidore Haji Husain Syah turut memberikan pesan tentang pentingnya persatuan di tengah kemajemukan bangsa. M. Din Syamsuddin kemudian menyoroti tantangan luntur-nya kebersamaan di era modern akibat derasnya arus teknologi yang memicu sifat individualistis, bahkan di tingkat sekolah dan keluarga.

Din Syamsuddin menegaskan bahwa nilai-nilai persatuan yang tertuang dalam Sila ke-3 Pancasila kerap kali hanya menjadi hafalan tanpa internalisasi dan aksi nyata. Mengingat sejarah konflik di awal reformasi dan runtuhnya negara-negara besar akibat perpecahan, ia mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif untuk menjaga persatuan nasional.

Merespons tantangan keberagaman, Din mengutip pesan Al-Qur'an (Surah Ali Imran: 103) yang melarang umat untuk bercerai-berai (Wala Tafarroqu). Ia menyimpulkan bahwa falsafah Marimoi Ngone Futuru sangat relevan dan sejalan dengan pesan universal Islam tentang persatuan berlandaskan tali agama Allah SWT sebagai sumber kekuatan utama bangsa.

 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)