Vance Klaim Ada Kemajuan Pembicaraan Soal Nuklir dengan Iran

15 April 2026 09:52

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyatakan adanya kemajuan dalam pembicaraan mengenai program nuklir Iran, termasuk komitmen Teheran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir di masa depan. Meski demikian, kesepakatan final masih tertahan oleh fleksibilitas pemerintah Iran dalam menyetujui persyaratan yang diajukan Washington.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada Selasa 14 April 2026, Vance mengungkapkan bahwa poin utama kemajuan tersebut mencakup komitmen Iran untuk memastikan uranium tidak dapat diperkaya lebih lanjut guna kepentingan persenjataan. Menurutnya, keberhasilan negosiasi ini sekarang sepenuhnya bergantung pada kemauan politik dari pihak Teheran.

"Pertanyaan besarnya dari sekarang adalah apakah pihak Iran akan memiliki cukup fleksibilitas, apakah mereka akan menerima hal-hal kritis yang perlu kita lihat agar segalanya berjalan lancar," ujar Vance dalam kutipan wawancara tersebut.
 

Baca juga: AS Incar Kesepakatan Besar dengan Iran, Bukan Sekadar soal Isu Nuklir

Pernyataan ini muncul menyusul perundingan intensif yang berlangsung pada Sabtu (11/4) hingga Minggu (12/4). Vance mengakui bahwa pada akhir pekan tersebut belum ada kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen. 

Pasalnya delegasi Iran menolak beberapa persyaratan yang diajukan Amerika Serikat, terutama berkaitan dengan komitmen jangka panjang Iran untuk meninggalkan ambisi senjata nuklir secara penuh. Penolakan Iran terhadap syarat yang diajukan oleh Amerika Serikat dianggap sebagai hal yang buruk bagi Teheran.

Di sisi lain, Vance menekankan visi Presiden Donald Trump yang menginginkan Iran kembali menjadi 'negara normal' dengan ekonomi yang makmur. Namun, status tersebut hanya dapat dicapai jika Iran menghentikan pengejaran senjata nuklir dan keterlibatan dalam terorisme.

"Ada sebuah 'kesepakatan besar' yang bisa dicapai di sini, tapi saya pikir sekarang terserah pada Iran untuk mengambil langkah selanjutnya," tegas Vance menutup keterangannya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)