IHDC Peringatkan Ancaman Silent Cognitive Burden bagi Anak Indonesia

24 July 2026 16:29

Indonesia Health Development Center (IHDC) mengingatkan adanya ancaman Silent Cognitive Burden yang dapat menurunkan kemampuan berpikir dan berimajinasi anak Indonesia secara perlahan. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan bisa memperkuat pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045

Temuan ini dipaparkan dalam Kajian Strategis Paradigma Baru Pembangunan Anak Indonesia yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Anak Nasional di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Direktur Eksekutif IHDC, Ray Wagiu Basrowi, menjelaskan bahwa terdapat empat faktor utama yang memicu beban kognitif tersebut, yaitu:

  • Gangguan penglihatan yang tidak terkoreksi.
  • Defisiensi (kekurangan) zat besi.
  • Kurangnya asupan protein hewani.
  • Gangguan perilaku dan lingkungan.


Ray menyebut kondisi ini sebagai senyap karena dampaknya sering tidak teridentifikasi secara masif di tengah masyarakat, namun secara nyata menghambat proses belajar anak.

"Menghambat anak muda Indonesia, anak-anak Indonesia untuk memetakan imajinasi dan masa depan mereka. Ini oleh IHDC kami sebut sebagai Silent Cognitive Burden atau beban kognitif yang senyap yang tidak teridentifikasi secara masif di Indonesia. Dan kalau dibiarkan, nanti anak-anak Indonesia tidak akan memiliki kemampuan daya saing, daya inovasi, dan daya imajinasi,” ujar Ray dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat, 24 Juli 2026.

Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan memberikan perhatian serius terhadap masalah ini untuk memastikan pertumbuhan kognitif anak Indonesia optimal.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X