2 March 2026 22:00
Kehadiran Masjid Al-Ikhlas di kawasan Riverwalk Island, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 kini menjadi simbol baru keharmonisan antara penyediaan ruang ibadah dan pesatnya pembangunan kawasan modern. Menyambut bulan suci Ramadan, masjid berdesain megah tersebut langsung difungsikan sebagai pusat kegiatan sosial melalui acara bertajuk "Ikhlas Ramadan Berbagi" yang melibatkan 500 anak yatim.
Mengadopsi arsitektur bernuansa klasik Turki Utsmani (Ottoman) yang ditandai dengan kubah besar serta ornamen geometris yang khas, Masjid Al-Ikhlas memberikan kenyamanan ekstra dan kesan monumental bagi para pesertanya.
Tidak hanya menjadi tempat menunaikan ibadah salat, masjid ini sukses bertransformasi menjadi ruang kebersamaan. Ratusan anak yatim tampak sangat antusias mengikuti berbagai rangkaian kegiatan edukatif dan hiburan yang diselenggarakan oleh Agung Sedayu Group (ASG), mulai dari mewarnai, bermain Lego, menonton film, hingga mendengarkan dongeng interaktif.
Komitmen Sosial Perusahaan
Direktur Utama Agung Sedayu Group, Nono Sampono, menjelaskan bahwa kegiatan kepedulian ini merupakan wujud nyata komitmen sosial perusahaan di bulan suci Ramadan untuk membawa keceriaan bagi masyarakat sekitar.
"Kami ingin berbagi kepada anak yatim dengan menghadirkan kebahagiaan dalam bentuk beberapa hal, yaitu permainan bersama, nonton film bersama, kuis, serta pemberian santunan. Mudah-mudahan kegiatan ini memperkuat nilai kepedulian dan keikhlasan kita bersama melalui program ASG Ikhlas Ramadan," ungkap Nono Sampono.
Pilar Toleransi dan Rahmat bagi Sesama
Lebih dari sekadar pusat spiritual umat Islam, kehadiran Masjid Al-Ikhlas di tengah keberagaman penghuni kawasan PIK 2 juga diharapkan menjadi pilar penguat nilai toleransi. Dewan Pertimbangan Kongres Wanita Indonesia, Dewi Motik, yang turut hadir dalam acara tersebut menilai bahwa masjid ini merepresentasikan keindahan Islam yang membawa rahmat bagi semua golongan.
"Saya senang sekali dan menunggu dengan tenang momen buka puasa bersama serta sembahyang. Kalau kita berbicara toleransi, di sebelah kanan kawasan ini sudah ada kelenteng. Rencananya memang mau dibuat kawasan rumah ibadah untuk agama yang diakui negara. Ini sangat bagus untuk memupuk toleransi," ujar Dewi Motik.
Ia juga menambahkan pesan penting bahwa umat Islam dituntut untuk membuktikan kebaikan agamanya secara nyata. "Yang paling penting, kita tunjukkan apa itu kebagusan Islam. Apa yang disebut hablum minallah dan hablum minannas itu betul-betul kita lakukan. Begitu kita menyembah Allah, kita juga harus tahu bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang banyak gunanya bagi orang lain," tegasnya.
Melalui kehadiran Masjid Al-Ikhlas dan rangkaian kegiatan "Ikhlas Ramadan Berbagi", sebuah pesan luhur berhasil tersampaikan secara nyata. Pembangunan fisik infrastruktur yang modern terbukti dapat berjalan selaras dengan penanaman nilai-nilai kepedulian sosial, keikhlasan, dan toleransi yang mengakar kuat di tengah masyarakat.