Melihat Syahdunya Tarawih di Masjid Hassan II Maroko

25 February 2026 00:14

Pelaksanaan salat Tarawih di Masjid Hassan II, Casablanca, berlangsung sangat khusyuk dan tertib selama bulan suci Ramadan. Ribuan jemaah tampak memadati salah satu masjid terbesar di Afrika tersebut, menjadikannya sebagai pusat ibadah paling ramai dan dinantikan oleh umat Muslim di Maroko.

Tsaura Benazir Helmaye, Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Maroko, melaporkan langsung kemegahan dan syahdunya suasana Ramadan dari pesisir Samudra Atlantik tersebut.

Masjid Hassan II memiliki keunikan karena berdiri tepat di tepi laut Samudra Atlantik, menciptakan ilusi visual seolah-olah masjid ini terapung di atas lautan. Pembangunannya melibatkan ribuan pengrajin tradisional Maroko yang menghasilkan mahakarya arsitektur luar biasa.

Detail kaligrafi yang indah, ukiran kayu presisi, marmer mengilap, serta mosaik yang rumit dan megah menghiasi setiap sudut bangunan. Langit-langit masjid pun dipercantik dengan ornamen geometris khas Maroko yang memperlihatkan tingginya nilai kekayaan seni Islam. Dengan kapasitas yang mampu menampung lebih dari 100.000 jemaah, masjid ini tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ikon kebanggaan Kota Casablanca sekaligus landmark paling terkenal di Maroko.

Tradisi Tarawih yang Berbeda

Selama Ramadan, jemaah biasanya mulai berdatangan selepas waktu salat Magrib, atau sekitar pukul 19.30 waktu setempat. Jemaah yang hadir sangat beragam, mulai dari warga lokal, keluarga yang membawa anak-anak, hingga umat Muslim dari berbagai daerah di Maroko dan luar negeri.

Diiringi embusan angin laut musim dingin yang sejuk, saf-saf di dalam masjid maupun area pelataran perlahan terisi penuh. Lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dikumandangkan imam terdengar sangat jelas di seluruh area, menciptakan suasana yang damai dan menenangkan batin.

Ada hal yang menarik dari pelaksanaan salat Tarawih di masjid ini. Berbeda dengan mayoritas masjid di Indonesia, Tarawih di Masjid Hassan II dilaksanakan sebanyak 10 rakaat. Sementara itu, untuk pelaksanaan salat Witir, jemaah baru akan melaksanakannya pada sepertiga malam terakhir, tepat sebelum masuk waktu Subuh.

Setelah seluruh rangkaian Tarawih selesai, para petugas dan penjaga masjid akan mulai mengondisikan jemaah untuk segera meninggalkan area. Hal ini dikarenakan Masjid Hassan II hanya dibuka pada waktu-waktu salat wajib dan Tarawih, sehingga tidak memungkinkan bagi jemaah untuk melakukan iktikaf atau berdiam diri di masjid pada malam hari.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)