DPR Apresiasi Aplikasi 'SIAP' yang Bisa Pantau MBG secara Real Time

5 May 2026 10:43

Komisi XIII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Nabire, Papua Tengah, guna memastikan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal dan tepat sasaran. Dalam peninjauan ini, anggota dewan juga meninjau inovasi aplikasi pengawasan real-time yang dikembangkan secara lokal, bernama SIAP.

Anggota Komisi 13 DPR RI, Yan Permenas Mandenas, mengawali kunjungannya dengan menyambangi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Oyehe di Nabire. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proses penyiapan makanan bergizi bagi para siswa telah memenuhi standar gizi dan kebersihan yang ditetapkan pemerintah.

Selain meninjau dapur, Yan Mandenas juga mengunjungi SMP Negeri 1 Nabire di Jalan R.E. Martadinata, Nabarua, untuk berdialog langsung dengan guru dan siswa. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan program pemerintah tersebut tepat sasaran.

Salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah presentasi mengenai aplikasi SIAP (Sistem Informasi Administrasi Program) MBG. Aplikasi ini merupakan inovasi yang dirancang oleh putra daerah Nabire untuk memberikan pengawasan menyeluruh secara real-time.

Pengembang aplikasi SIAP sekaligus Koordinator MBG Nabire, Marsel Asyerem, menjelaskan bahwa teknologi ini lahir dari kebutuhan untuk mengatasi kendala lapangan. Menurut Marsel, aplikasi ini mampu memantau rantai pasokan bahan makanan, kehadiran karyawan hingga kondisi kesehatan siswa secara real-time.

"Aplikasi ini hadir karena sering terjadi keterlambatan pengantaran makanan, sering juga terjadi siswa mengalami alergi, gatal-gatal bahkan muntah-muntah serta pengawasan kehadiran karyawan," jelas Marsel.

"Kami berpikir bagaimana caranya supaya sistem informasi MBG ini bisa membantu kerja kami di Nabire," sambung Marsel.
 

Baca juga: BGN Tegaskan Keamanan Pangan MBG Dijaga Ketat di SPPG

Yan Mandenas memberikan apresiasi terhadap aplikasi SIAP karena memungkinkan masyarakat, terutama orang tua siswa, untuk ikut mengawasi implementasi program MBG. Menurutnya, transparansi publik adalah kunci keberhasilan program nasional ini.

"Aplikasi ini bagus karena bisa membantu pengawasan masyarakat, terutama orang tua siswa, untuk melihat perputaran uang di dapur-dapur MBG di Kota Nabire," ungkap Yan Mandenas.

Namun, Yan Mandenas menegaskan akan melakukan evaluasi total apabila penggunaan bahan makanan dan penyerapan tenaga kerja lokal tidak diprioritaskan.

Dengan adanya integrasi teknologi SIAP, program Makan Bergizi Gratis di Nabire diharapkan tidak hanya sukses secara lokal, tetapi juga mampu menjadi percontohan nasional dalam hal transparansi dan efektivitas distribusi gizi bagi generasi muda.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)