Peringatan Isra Mikraj di Masjid Istiqlal Tekankan Harmoni Manusia dan Alam

17 January 2026 15:05

Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu pagi, 17 Januari 2026. Mengusung tema 'Isra Mikraj dan Harmoni Sentosa', kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi umat Islam untuk menjaga keharmonisan, baik antar sesama manusia maupun dengan alam semesta.

Lebih dari 6.000 umat Muslim memadati Masjid Istiqlal sejak pagi hari untuk mengikuti rangkaian peringatan. Acara berlangsung khidmat dan sarat pesan kebangsaan serta kepedulian lingkungan.

Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga menjabat sebagai Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar nilai-nilai Isra Mikraj dapat menjadi inspirasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan kebangsaan yang dihadapi masyarakat saat ini.

“Dalam menghayati Isra Mikraj tahun ini, harapan kita adalah agar masyarakat mampu menyelesaikan persoalan-persoalan kebangsaan dengan cara yang damai dan penuh kebijaksanaan,” ujar Nasaruddin.

Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang lebih bersahabat, tidak hanya antar manusia, tetapi juga dengan alam semesta. Menurutnya, alam memiliki hak yang harus dihormati, sehingga relasi antara manusia dan alam tidak boleh saling merugikan.

“Tema harmoni semesta ini mengingatkan kita bahwa manusia dan alam sama-sama memiliki hak. Tidak boleh saling mengganggu. Hubungan itu harus dijaga dengan penuh kesadaran,” jelasnya.

Peringatan Isra Mikraj kali ini juga diisi dengan peluncuran wakaf Al-Qur’an isyarat, sebagai bentuk komitmen inklusivitas dan kepedulian terhadap seluruh lapisan umat. 
 

Baca juga: Menag Ajak Umat Perkuat Kesalehan Ekologis di Peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah

Salah satu pesan utama yang disoroti adalah pentingnya pendekatan ekoteologi. Nasaruddin menjelaskan bahwa pendekatan teologi yang terlalu maskulin berpotensi melahirkan perilaku keras dan penuh konflik. Karena itu, ia mendorong pengembangan teologi yang lebih 'hijau' dan penuh kasih.

“Kita perlu berteologi yang lebih green, lebih feminin, lebih nurturing, lebih lembut. Dengan begitu, umat bisa lebih bersahabat dengan sesamanya, menyayangi alam semesta, dan mengakui bahwa manusia maupun alam sama-sama memiliki hak,” tuturnya.

Ia menambahkan, harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan merupakan kunci terciptanya kedamaian semesta. “Buahnya nanti adalah kedamaian antara alam semesta dengan manusia, dan juga dengan Tuhan,” pungkasnya.

Peringatan Isra Mikraj di Masjid Istiqlal tahun ini pun diharapkan menjadi pengingat penting akan nilai spiritual yang tidak hanya berdampak pada kehidupan beragama, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan persatuan bangsa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)