14 July 2026 14:59
Gelaran Pesta Bola Dunia 2026 kini telah mencapai babak krusial. Salah satu laga yang paling dinantikan adalah duel raksasa Eropa antara Prancis melawan Spanyol di babak semifinal. Banyak pengamat menilai laga ini bukan sekadar perebutan tiket final, melainkan sebuah final yang kepagian mengingat kualitas kedua tim yang saat ini berada di puncak performa dunia.
Dalam diskusi di program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa, 14 Juli 2026, pengamat sepak bola senior Anton Sanjoyo atau yang biasa dipanggil Bung Joy, mengungkapkan bahwa bertemunya kedua tim di fase ini adalah hasil dari proses yang sangat wajar. Menurutnya, Prancis, Spanyol, Argentina, dan Inggris merupakan empat kekuatan terbaik yang layak berada di empat besar.
Bung Joy menyoroti betapa mewahnya skuad yang dimiliki oleh Les Bleus. Sejak kesuksesan para pemainnya di level klub seperti PSG, lini depan Prancis dianggap sebagai yang paling menakutkan di antara seluruh peserta Piala Dunia kali ini.
"Lini depan Prancis ini mengerikan sekali. Bukan cuma Dembele, ada Mbappe, Doue, dan Olise. Skuad ini sangat mewah, bahkan mungkin yang paling mewah," ujar Bung Joy.
Di sisi lain, Spanyol datang dengan filosofi permainan yang berbeda. Tim asuhan Luis de la Fuente tetap setia pada penguasaan bola (possession) dan kolektivitas tim yang rapi melalui pola tiki-taka. Kekuatan utama La Roja saat ini terletak pada perpaduan sempurna antara talenta muda dan pemain berpengalaman.
Bung Joy memuji bagaimana Spanyol mampu mengintegrasikan pemain muda seperti Lamine Yamal dan Pedri dengan pemain senior yang masih berada di masa keemasan seperti Rodri di lini belakang. Meski tidak memiliki daya dobrak se-agresif Prancis, Spanyol dikenal sebagai salah satu tim dengan pertahanan terkuat.
Laga dini hari nanti diprediksi akan sedikit terpengaruh oleh absennya beberapa nama penting. Prancis dipastikan kehilangan gelandang bertahan Aurelien Tchouameni, sementara Spanyol harus bermain tanpa winger andalan mereka, Nico Williams.
Meskipun Tchouameni adalah pilar penting di lini tengah, Bung Joy menilai Prancis masih memiliki pelapis sepadan seperti Kone yang kualitasnya dianggap tidak jauh berbeda. Namun, tanpa Tchouameni, Prancis mungkin akan sedikit kesulitan jika dipaksa bermain bertahan.
Jika pertandingan berakhir imbang hingga 120 menit, faktor mental akan menjadi penentu utama dalam drama adu penalti. Bung Joy mencatat bahwa kedua tim sama-sama memiliki kenangan pahit di masa lalu terkait adu penalti.
Namun, dari sisi teknis penjaga gawang, ia melihat sedikit keunggulan bagi Spanyol.
"Dari sisi kiper yang paling menentukan, sekarang Spanyol agak lebih unggul. Unai Simon, jika dibanding dengan Maignan, menurut saya lebih unggul sedikit," jelasnya.
Ia menekankan bahwa dalam penalti, kemampuan eksekutor mengelola tekanan mental jauh lebih penting daripada kemampuan teknis semata.
Bung Joy memberikan prediksi bahwa pertandingan akan berlangsung ketat dengan peluang kedua tim untuk mencetak gol. Namun, dengan mempertimbangkan ketajaman lini depan yang dimiliki Prancis, ia menjagokan tim asuhan Didier Deschamps untuk melaju ke partai puncak.
"Saya pikir Prancis akan menang dengan skor 2-1 atau 1-0," pungkasnya.