Sukses Tingkatkan Kesejahteraan Petani Kopi, Coop Coffee Raih Dua Penghargaan Prominent Awards 2026

29 September 2026 11:01

CEO Coop Coffee Group PT Coop Kopi Indonesia Reza Fabianus berhasil memborong dua penghargaan sekaligus dalam ajang Prominent Awards 2026. Pertama dalam kategori Excellence in Strategic Leadership for Sustainable Coffee Traceability and Carbon Readiness. Kedua, menang dalam kategori Excellence in Sustainable Coffee Traceability and Farmer Empowerment.

Dalam program Selamat Pagi Indonesia, Reza menjelaskan bahwa inovasi sistem keterlacakan ini telah dirintis sejak masa pandemi COVID-19 dengan proyek awal di Provinsi Bali untuk jenis kopi Arabika Kintamani. Melalui platform digital berbasis cloud, setiap satu kilogram biji kopi yang dijual di pasar ekspor maupun lokal kini terhubung langsung dengan data petani, profil kebun, hingga informasi geospasial.

Transformasi digital tersebut tidak hanya menciptakan fair trade, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di hulu. Reza menyebut sistem ini sukses melepaskan petani dari ketergantungan pada tengkulak.

"Sekarang ini semua berada dalam satu ekosistem yang transparan, masuk ke dalam perdagangan yang fair dalam konsep koperasi, dan yang pasti secara database pendapatan mereka bisa meningkat tiga sampai empat kali lipat," kata Reza dikutip Selasa, 29 September 2026.
 



Selain fokus pada transparansi rantai pasok, Reza juga mendorong para petani untuk bersiap memasuki pasar karbon global. Ia menegaskan bahwa industri kopi masa kini menuntut proses produksi yang selaras dengan pelestarian alam dan aturan anti-deforestasi.

"Sekarang orang minum kopi bukan hanya sekadar rasa, tapi story-nya. Bagaimana petaninya juga bisa mendapatkan kesejahteraan, dan bagaimana kopi itu dihasilkan melalui sebuah proses yang ramah lingkungan," jelasnya.

Bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Coop Coffee Group secara aktif memberikan edukasi mengenai nilai ekonomi karbon kepada para petani. Melalui modul khusus, petani diajarkan langkah-langkah konkret dalam mengelola kebun kopi agar sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (CO2).

Untuk jangka panjang, Reza menargetkan program ini dapat direplikasi secara nasional guna mengangkat daya saing komoditas kopi Nusantara.

"Kita ini negara produsen kopi terbesar dan variatif. Jadi kami ingin hampir tiga juta petani kopi dari Aceh sampai Papua masuk ke dalam platform dan kita bisa berdagang kopi yang berkelanjutan," tegas Reza.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X