Kisah Relawan Karhutla Palangka Raya Menembus Kepungan Asap

13 October 2026 23:21

Di tengah kebakaran hutan dan lahan Palangka Raya, ada para petugas terus berjuang memadamkan kobaran api. Bersama para relawan, mereka terus berusaha agar Kalimantan Tengah kembali cerah dan warga bisa kembali bernapas lega.

Herman Susilo, petugas Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah yang turut diterjunkan untuk membantu pemadaman, menjadi salah satu dari mereka yang terus berjuang di tengah kepungan asap. Bersama petugas dan relawan lainnya, Herman melakukan pembasahan lahan gambut, terutama di titik-titik yang masih menyimpan panas dan berpotensi memicu api kembali muncul.

Keterbatasan pasokan air dan sulitnya akses menuju titik kebakaran menjadi tantangan yang terus dihadapi. Tak jarang api kembali menyala ketika petugas harus pergi sejenak untuk mengisi air.

"Kalau itu memang kayaknya manusiawi ajalah, soalnya kita hari ini kita padam, besok yang kita padamkan muncul lagi itu. Jadi ya kayak apa, kayak sia-sia," ungkap Herman menceritakan beban mental di lapangan, dikutip dari Metro Hari Ini, Metro TV, Selasa 13 Oktober 2026.

Di balik tugas pemadaman, ada kekhawatiran yang selalu terlihat. Herman mengaku risiko terjebak api di lokasi kebakaran kerap membuatnya memikirkan keluarga di rumah. Namun tanggung jawab yang diemban membuatnya tetap bertahan, meski asap, rasa lelah, dan api yang kembali menyala menjadi bagian dari keseharian.

"Kalau enggak kita laksanakan, ya siapa lagi kalau bukan kita-kita yang relawan, teman-teman yang lain. Mungkin mereka juga sama tuh, stres kan kadang. Apalagi kadang kita posisinya asap, kadang bisa terjebak api, itu yang kita bahaya kadang," tambahnya.

Bagi masyarakat Palangka Raya, asap bukan hanya persoalan jarak pandang dan kualitas udara, tetapi juga gangguan terhadap aktivitas sehari-hari. Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih, harapan sederhana pun muncul: hujan segera turun, kebakaran berakhir, dan kehidupan masyarakat normal kembali.

Bagi Herman dan rekan-rekan, perjuangan belum selesai selama api masih membara. Karena di balik asap yang menutupi langit Palangka Raya, ada petugas yang terus bertahan, ada keluarga yang menunggu kepulangan, dan ada jutaan harapan agar Kalimantan Tengah kembali bernapas lega.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X