Atasi Penuaan Dini Tanpa Operasi, DermaPro Hadirkan Treatment Kolagen Ultracol

10 August 2026 00:13

Memasuki usia 25 tahun ke atas, produksi kolagen alami pada kulit manusia mulai mengalami penurunan. Kondisi ini memicu tanda-tanda penuaan dini, seperti kulit yang mengendur, munculnya garis halus, hingga berkurangnya elastisitas pada wajah.

Menjawab kebutuhan masyarakat akan solusi anti-aging tanpa prosedur operasi, Klinik DermaPro menghadirkan inovasi perawatan terbaru bernama Ultracol.

Berbeda dari teknik konvensional seperti filler atau tanam benang, Ultracol bekerja sebagai kolagen stimulator berbasis mikrosfer Polydioxanone (PDO). Cairan ini disuntikkan ke dalam kulit guna memicu produksi kolagen secara mandiri dan alami.
 


Dokter Klinik DermaPro, dr. Andreas Surya, menjelaskan bahwa perawatan ini mengedepankan hasil estetika yang tampak lebih natural dengan waktu pemulihan (downtime) yang sangat minimal.

"Ultracol merupakan kolagen stimulator yang berfungsi sebagai anti-aging untuk membuat kulit lebih cerah, kenyal, lifting, dan meningkatkan elastisitas," jelas dr. Andreas dikutip dari Showbiz Metro TV, Minggu 9 Agustus 2026.

"Dengan kolagen stimulator ini, hasil penyuntikan akan tampak lebih natural. Dalam waktu satu bulan, kulit akan terlihat lebih lifting tanpa adanya bengkak, gumpalan, atau tarikan yang memaksa," tambahnya.

Downtime Singkat

Tidak hanya diaplikasikan pada area wajah, Ultracol juga diklaim efektif untuk mengencangkan area leher. Menariknya, daya tahan dari hasil perawatan ini bisa bertahan cukup lama, yakni sekitar 12 hingga 24 bulan, serta aman untuk dikombinasikan dengan jenis perawatan lainnya.

Manfaat dan efisiensi waktu dari inovasi ini turut dirasakan langsung oleh artis sekaligus pasien Klinik DermaPro, Amel Alvi. Ia mengaku sangat puas karena bisa langsung beraktivitas normal pasca-tindakan.

"Treatment ini bagus banget karena downtime-nya tidak terlalu lama. Kulit jadi lebih lifting dan kencang. Kita juga bisa langsung memakai make-up setelahnya, asalkan tidak mengenai titik-titik bekas suntikan," ungkap Amel.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X