Sejumlah SD Negeri di Indonesia Sepi Peminat, Ada yang Tak Dapat Murid

17 July 2026 14:12

Memasuki tahun ajaran baru, sejumlah Sekolah Dasar (SD) Negeri di berbagai wilayah Indonesia menghadapi tantangan serius berupa minimnya jumlah pendaftar. Fenomena ini melanda beberapa daerah. Mulai dari Lampung, Banten, hingga Jawa Timur, dengan berbagai faktor penyebab yang menyertainya.

SDN 1 Gedung Meneng Lampung

SDN 1 Gedung Meneng, Bandar Lampung, misalnya. Dilaporkan hanya menerima dua orang siswa baru tahun ini. Sebelumnya, sekolah ini sempat diusulkan untuk ditutup, namun warga sekitar dengan tegas menolak rencana tersebut. Bagi mereka, sekolah ini memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi lingkungan setempat.

Rendahnya minat pendaftar di sekolah ini disebabkan oleh menjamurnya sekolah swasta di sekitar lokasi. Selain itu, adanya perubahan demografi wilayah yang mengakibatkan berkurangnya jumlah anak usia sekolah dasar di lingkungan tersebut.
 



SDN Labuan 7 Pandeglang

Kondisi serupa juga terjadi di SDN Labuan 7, Kabupaten Pandeglang, Banten. Tahun ini, hanya ada tiga siswa baru, yakni dua laki-laki dan satu perempuan yang mendaftar. Ruang kelas satu yang biasanya ramai kini tampak lengang dengan hanya tiga meja tulis yang terisi.

Secara keseluruhan, sekolah ini hanya memiliki total 34 siswa dari kelas satu hingga kelas enam. Selain persaingan dengan tiga sekolah dasar negeri dan swasta lain di sekitar area, kondisi fasilitas sekolah yang kurang memadai menjadi faktor utama orang tua enggan menyekolahkan anak mereka di sana. Meski demikian, pihak sekolah tetap berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi para siswanya.

SDN Kamilanis 4 Blitar


Krisis paling parah dialami oleh tiga SD Negeri di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Salah satunya adalah SDN Kamilanis 4, Kecamatan Doko, yang tahun ini sama sekali tidak mendapatkan murid baru.

Kepala sekolah mengungkapkan bahwa penyebab utamanya adalah ketiadaan lulusan dari Taman Kanak-Kanak (TK) di wilayah sekitar, yang selama ini menjadi pemasok utama calon siswa. Meski pihak sekolah sudah melakukan berbagai upaya sosialisasi hingga kunjungan langsung ke sejumlah TK sebelum tahun ajaran dimulai, usaha tersebut tetap tidak membuahkan hasil.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X