Jakarta: Setiap 22 April, masyarakat dunia memperingati Hari Bumi atau Earth Day sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Mengutip laman Earthday.org, Hari Bumi pertama kali digagas oleh Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson, setelah menyaksikan dampak tumpahan minyak besar di Santa Barbara, California, pada 1969. Peristiwa tersebut memicu dorongan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap polusi dan perlunya regulasi lingkungan yang lebih kuat.
Perjalanan Hari Bumi Menjadi Gerakan Global
Perkembangan Hari Bumi terus meluas dari tahun ke tahun, hingga menjadi gerakan global yang melibatkan berbagai negara.
1970
Hari Bumi pertama menjadi tonggak lahirnya gerakan lingkungan modern. Aksi massa besar-besaran menandai meningkatnya perhatian publik terhadap polusi udara, limbah industri, dan eksploitasi lingkungan.
1980-an
Hari Bumi menjadi momentum penguatan legislasi lingkungan. Sejumlah kebijakan penting mulai diterapkan, termasuk pelarangan penggunaan DDT dan timbal dalam bensin, serta perlindungan kualitas udara dan air.
1990
Hari Bumi berkembang menjadi gerakan internasional dengan melibatkan sekitar 200 juta orang di 141 negara. Isu daur ulang mulai mendapat perhatian luas dan mendorong lahirnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bumi PBB pada 1992.
2000
Memasuki era digital, Hari Bumi berhasil menghubungkan ratusan juta orang di 184 negara melalui internet dalam berbagai aksi lingkungan global.
2010
Peringatan 40 tahun Hari Bumi diikuti hampir satu miliar orang di seluruh dunia. Fokus utama meliputi perubahan iklim, ekonomi hijau, dan pengurangan jejak karbon.
2016
Perserikatan Bangsa-Bangsa menjadikan Hari Bumi sebagai momen penandatanganan Perjanjian Paris, kesepakatan global untuk mengatasi krisis iklim.
2020
Hari Bumi ke-50 diperingati dengan tema Climate Action. Di tengah pandemi COVID-19, berbagai kegiatan dilakukan secara virtual.
Aksi Sederhana untuk Merayakan Hari Bumi
Hari Bumi juga menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti:
- Menanam pohon
- Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
- Membawa botol minum sendiri
- Menghemat penggunaan kertas
- Memilih produk lokal
- Berjalan kaki atau bersepeda
Langkah-langkah kecil tersebut dinilai mampu memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan jika dilakukan secara konsisten.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Jessica Nur Faddilah)