Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengumumkan 76 anggota Paskibraka tingkat pusat tahun 2026. Puluhan anggota terpilih untuk mewakili sebanyak 38 provinsi di Indonesia.
"Peserta yang telah mengikuti proses pembentukan Paskibraka tahun 2026 atas kerja keras, disiplin, serta dedikasi yang telah mereka tunjukkan selama ini." kata Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa, 23 Juni 2026.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa tidak ada peserta yang kalah dalam proses seleksi Paskibraka. Seluruh peserta yang telah berjuang hingga tahap akhir merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut dibanggakan oleh keluarga, sekolah, daerah, dan masyarakat.
"BPIP meyakini bahwa proses yang dilaksanakan secara transparan dan berintegritas akan menghasilkan putra-putri terbaik bangsa yang tidak hanya mampu melaksanakan tugas sebagai Paskibraka, tetapi juga menjadi teladan dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat." ucapnya.
Menurut Yudian, proses verifikasi tingkat pusat merupakan bagian dari pembinaan ideologi Pancasila kepada generasi muda Indonesia melalui pemberian kesempatan yang setara bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa untuk berinteraksi, belajar, dan bertumbuh dalam keberagaman Indonesia yang berlandaskan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (
NKRI).
Daftar nama calon Paskibraka tingkat pusat tahun 2026
- Aceh: Muhammad Hibban Annafis dan Zilqueensa Abintary Laudicia Simatupang
- Sumatra Utara: Gussa Oliver Nainggolan dan Felesia Rismaito Munthe
- Sumatra Barat: Ahmad Alfatih dan Ulya Kireina Halim
- Riau: Rizqy Aditya Siregar dan Arifa Rahma Maulydha
- Jambi: Achmad Fachri Mubarok dan Rizkia Putri
- Sumatra Selatan: Muhammad Ikhsan Nugroho dan Khalyana Zahira Sandi
- Bengkulu: M. Aryo Wira Zandhyka. Y dan Nadine Permata Vanza
- Lampung: Naufal Ghaly Oktora dan Chika Azahra Salsabilla
- Kepulauan Bangka Belitung: Muhammad Furqoen Nul Hakim dan Fira Haniyah
- Kepulauan Riau: Muhammad Salman Farisi dan Raudah Mabrura
- DKI Jakarta: Muazzam Saqif Hasani Siregar dan Latiesha Firenzie Bharata
- Jawa Barat: Baruno Wicaksono dan Aisha Calista Permata
- Jawa Tengah: Hilmi Tisna Yuwanda dan Qothrunnada Azzahra Husna
- Daerah Istimewa Yogyakarta: Ahmad Raditya dan Anggita Ayu Mahanani Hanifah
- Jawa Timur: Reihan Nifan Arkana dan Angelica Theona Putri
- Banten: Chaysar Purnama Putra dan Adzra Khairy Fadian
- Bali: I Made Dwi Sathya Kurniawan dan Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani
- Nusa Tenggara Barat: Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana dan Belvana Rolanda Vindia Kurniawan
- Nusa Tenggara Timur: Atanasius Meyllano Frans Yogar dan Eighteen Jeanette Hekboy
- Kalimantan Barat: Mirza Rafi Navazani dan Celine Olivia Apriani Theo
- Kalimantan Tengah: Muhammad Azham Alfarizqi dan Ajeng Bunga Safitri
- Kalimantan Selatan: I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dan Siti Nur Adlina
- Kalimantan Timur: Gus Luthfy Azka Nararya dan Julita Rista Lestari
- Kalimantan Utara: Muhammad Zainal Ihsan dan Desy Natalia
- Sulawesi Utara: Gabriel Gilbert Miller Kamasi dan Faith Louisa Tabita Maengkom
- Sulawesi Tengah: Fahriansyah Rihama dan Chintya Graciella Rorong
- Sulawesi Selatan: Juan Pablo dan Taswina Putri
- Sulawesi Tenggara: Laode Reyhan Putra Satria Korwa dan Waode Bintang Adisya
- Gorontalo: Muhammad Azka Gaib dan Khasyifa Anindi Sudarmanto
- Sulawesi Barat: M. Deni Fikri dan Ismi Ulfaida
- Maluku: Louise Adriano Hutasoit dan Cinzia Christovani Marantika
- Maluku Utara: Haikal Khadafi H. Laode dan Mardhatilla A. Putri
- Papua: Johanes Matius Paulus Rumsayor dan Neeltje Deliana Insjowi Werimon
- Papua Barat Daya: Pieter Felix Paskah Yapen dan Vila Delvia Nauri
- Papua Barat: Marco Marcel Kurei dan Hasna Iriani Rumbiak
- Papua Selatan: Vinsensius Renaldi Oey Yolmen dan Kristina Ndiken
- Papua Tengah: Christopher Leon Bringga Tabuni dan Gladys Manuella Aibekob
- Papua Pegunungan: Michael Marchel Winka Fakdawer dan Julia Maharani Dabi