Nuansa Nusantara Warnai Perayaan Upacara HUT ke-81 RI di Istana

17 August 2026 08:56

Halaman Istana Merdeka berubah menjadi panggung raksasa yang menampilkan kekayaan budaya Indonesia pada peringatan upacara HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin pagi, 17 Agustus 2026. Ribuan tamu undangan hingga masyarakat umum tampak memadati area istana dengan mengenakan beragam pakaian adat dari Sabang sampai Merauke, menciptakan suasana yang semarak dan penuh warna.

Pantauan tim Metro TV di lokasi menunjukkan antusiasme luar biasa dari warga yang berhasil mendapatkan kuota undangan melalui sistem war tiket. Sejak pukul 07.00 WIB, para tamu sudah mulai berdatangan dan memanfaatkan momen tersebut untuk berswafoto dengan latar belakang dekorasi istana yang megah.

Gita Bahana Nusantara dan Hiburan Budaya


Kemeriahan acara sudah terasa sejak pagi hari melalui rangkaian pertunjukan seni. Kelompok orkestra dan paduan suara nasional, Gita Bahana Nusantara (GBN), tampil memukau menyajikan lagu-lagu nasional dan daerah mulai pukul 07.30 WIB. Penampilan ini menjadi pembuka dari rangkaian hiburan budaya yang disiapkan untuk menghibur para tamu sebelum upacara inti dimulai.

Jurnalis Metro TV, Valerie Budianto, yang bertugas di lokasi pun turut mengenakan pakaian adat asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia melaporkan bahwa penggunaan dresscode pakaian adat tahun ini merupakan simbol persatuan dan kebanggaan akan identitas bangsa yang terus dijunjung tinggi di setiap perayaan kemerdekaan.
   

Kirab Kereta Kencana dan Simbol Sejarah


Salah satu momen ikonik yang menambah nuansa budaya adalah prosesi Kirab Bendera Pusaka dan Naskah Proklamasi. Keduanya dibawa dari Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka menggunakan Kereta Kencana yang ditarik oleh kuda-kuda pilihan dan dikawal oleh pasukan Purna Paskibraka.

Kehadiran Kereta Kencana ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat di sepanjang jalur kirab, menegaskan perpaduan antara nilai sejarah proklamasi dengan tradisi luhur nusantara.

Kemerdekaan yang Merangkul NTT


Di tengah kemeriahan budaya, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan pesan mendalam bahwa semangat kemerdekaan dan kebudayaan harus merangkul seluruh lapisan masyarakat. Di tengah bencana gempa yang melanda NTT, Presiden memerintahkan sejumlah menteri dan jajaran terkait untuk tetap mengutamakan bantuan di sana, memastikan bahwa "negara hadir" bagi mereka yang membutuhkan.

Puncak peringatan akan ditandai dengan Detik-Detik Proklamasi pada pukul 10.00 WIB, diiringi dentuman meriam sebanyak 17 kali dan denting lonceng gereja, sebagai tanda dimulainya upacara pengibaran bendera Merah Putih.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X