24 December 2025 22:25
Jelang perayaan Natal, ibadah di Gereja HKBP Ressort Tuka, Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, tidak hanya menjadi rutinitas iman biasa. Bagi seorang jemaat bernama Masro, ibadah ini menjadi titik penguat diri setelah rumah impiannya hancur diterjang banjir bandang.
Di tengah khidmatnya ibadah menjelang Natal, Masro tampak berusaha tegar. Hatinya masih diselimuti duka pascabencana banjir bandang yang menerpa wilayahnya akhir November lalu. Baginya, gereja kini menjadi ruang satu-satunya untuk menata kembali hati setelah melalui peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya itu.
Usai beribadah, langkah kakinya menyusuri jalan menuju rumah yang baru lima bulan lalu berdiri. Rumah itu baru selesai dibangun pada Juni, namun kini harus ditinggalkan demi keselamatan.
Meski bangunan fisik rumah masih berdiri, kondisi lingkungan di sekitarnya telah berubah drastis. Alur sungai yang bergeser akibat banjir membuat posisi rumah tersebut kini terlalu dekat dengan bibir air dan sangat berbahaya untuk dihuni.
"Selama 37 tahun tinggal di kawasan ini, baru kali ini mengalami bencana besar dan tidak sempat mengantisipasi," kenang Masro.
Kehilangan tempat tinggal yang baru saja dibangun tentu menjadi pukulan berat. Masro tak kuasa menahan air mata saat menceritakan perbedaannya Natal tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Natal yang gimana ya menurutku? Natal paling sedihlah seumur-umur (hidup) ini. Natal paling sedih. Biasanya kita itu dari 1 Desember saja kita sudah bahagia. Tapi ini hanya tangis. Sedihlah rasa," ungkapnya dengan suara bergetar.
Kendati demikian, Masro tetap memanjatkan syukur. Ia menyadari bahwa di balik hilangnya harta benda, Tuhan masih memberikan keselamatan. Ia memaknai Natal tahun ini bukan lagi tentang kemeriahan, melainkan tentang rasa syukur karena masih diberi kesempatan hidup dan berkumpul bersama keluarga.
Baginya, Natal kali ini adalah tentang pengharapan untuk bertahan, bangkit perlahan, dan keberanian melanjutkan hidup meski harus memulai semuanya dari nol lagi.