Warga Desa Adat Sade Mulai Membersihkan Sisa Puing Kebakaran

25 August 2026 17:11

Lombok Tengah: Warga Desa Wisata Adat Sade, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, mulai membersihkan sisa-sisa puing usai kebakaran hebat melanda desa tersebut. Kerugian ditaksir mencapai Rp50 miliar.

Mereka terlihat mulai membersihkan sisa puing rumah sekaligus memilah sejumlah perabotan yang masih bisa diselamatkan. Sementara perabotan dan barang-barang lainnya yang hangus dikumpulkan dari sisa bangunan yang terbakar.

Untuk sementara, warga yang rumahnya terdampak kebakaran mengungsi ke rumah keluarga ataupun rumah mereka yang berada di luar kawasan Desa Adat Sade. 

Menurut Ketua Pokdarwis Desa Adat Sade, Sanah, baru kali ini Desa Wisata Ada Sade mengalami kebakaran besar. Dia berharap pemerintah daerah segera memberikan bantuan, sekaligus melakukan revitalisasi Desa Wisata Adat Sade yang selama ini menjadi destinasi wisata di Lombok.

"Ini adalah pertama kali terbakar yang paling besar. Sempat ada beberapa kali mau terbakar tapi alhamdulillah belum pernah sampai satu rumah yang terbakar. Memang ada kebakaran dulu tapi di kampung sebelah," kata Sanah, dalam program Zona Bisnis Metro TV, Selasa, 25 Agustus 2026.
 



Seperti diketahui sebelumnya, kebakaran melanda kawasan permukiman adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Pemerintah Lombok Tengah bersama pemerintah desa mulai menghitung dampak kebakaran.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 75 unit rumah adat yang terdampak dari kebakaran tersebut, serta 20 rumah warga yang ada di sekitar kawasan kampung Adat tersebut. Kebakaran juga merusak masjid, berugak, lumbung, 69 lapak UMKM atau arshop, gazebo atau berugak, toilet, hingga gerbang adat

"Total kerugian diperkirakan mencapai Rp34 miliar," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri.

Pemerintah daerah akan membawa hasil pendataan ini untuk dibahas bersama Pemprov NTB dan pemerintah pusat. Termasuk terkait pemulihan mata pencaharian warga.

"Jumlah jiwa yang terdampak mencapai 320 jiwa," ujarnya.

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X