Gunung Marapi di Sumatra Barat kembali erupsi pada Sabtu pagi, 30 Mei 2026, dengan menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 2.000 meter di atas puncak. Letusan tersebut menyebabkan hujan abu di sejumlah wilayah, terutama di Kabupaten Tanah Datar.
Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 08.42 WIB. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam pekat teramati membumbung sekitar 2.000 meter dari puncak gunung atau mencapai ketinggian sekitar 4.891 meter di atas permukaan laut.
Dikutip dari tayangan Newsline Metro TV, abu vulkanik yang terbawa angin bergerak ke arah timur laut sehingga berdampak pada sejumlah wilayah di Tanah Datar dan sebagian kawasan Kabupaten Agam. Warga di daerah terdampak dilaporkan mengalami hujan abu akibat aktivitas vulkanik tersebut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Marapi menyebut selama Mei 2026 aktivitas gunung api ini masih cukup tinggi. Tercatat telah terjadi tujuh kali letusan dan 96 kali embusan sepanjang Mei 2026.
Saat ini Gunung Marapi masih berstatus Level II atau Waspada. Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3,6 kilometer dari pusat erupsi atau kawah Verbeek guna menghindari potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.
Otoritas juga meminta warga di sekitar lereng gunung tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan abu lanjutan serta mengikuti informasi resmi dari petugas pemantauan gunung api dan pemerintah daerah.