30 December 2025 14:17
Pemerintah akan memulihkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana di wilayah Sumatra. Kementerian UMKM menyiapkan program khusus bertajuk Klinik UMKM Bangkit untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah.
Melalui program ini, Kementerian UMKM akan membentuk pusat layanan terpadu bagi pelaku UMKM yang terdampak. Terdapat delapan titik layanan yang akan dibuka di wilayah Sumatra: dua titik di Medan dan Tapanuli Tengah, Sumatra Utara; kemudian di Padang, Sumatra Barat; serta lima titik di Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang.
Pembentukan Klinik UMKM Bangkit ini dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Klinik tersebut akan menyediakan tiga layanan utama, yakni layanan pembiayaan, belanja produk lokal, dan produksi. Untuk layanan pembiayaan, Kementerian UMKM menggandeng lembaga perbankan, lembaga non-bank, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, hingga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Saat ini, pemerintah masih melakukan pemetaan data UMKM terdampak bencana di Sumatra secara bertahap yang ditargetkan rampung pada Maret mendatang. Sinkronisasi data antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perbankan menjadi kunci agar pemulihan berjalan tepat sasaran.
Dengan hadirnya Klinik UMKM Bangkit, pemerintah berharap pemulihan ekonomi daerah di Sumatra dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.
“Ini adalah arahan dari Pak Presiden agar pemerintah pusat ikut mendukung pemerintah daerah dalam rangka pemulihan ekonomi. Klinik UMKM Bangkit akan memberikan tiga layanan: pembiayaan, belanja produk lokal, dan produksi, yang masing-masingnya akan mengoordinasikan dan mengkolaborasikan semua mitra terkait,” ujar Menteri UMKM, Maman Abdurrahman.