Demi Oleh-oleh dari Tanah Suci, Barang Bawaan dari Indonesia Ditinggalkan dan Disumbangkan

3 June 2026 11:28

Fase pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air mulai berlangsung dengan pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan jemaah. Dalam proses ini, banyak jemaah terpaksa menyortir isi koper mereka agar tidak melebihi batas berat yang ditetapkan oleh maskapai.

Masih banyak ditemukan sejumlah koper yang mengalami kelebihan berat atau overweight. Batas maksimal untuk koper, yakni 32 kilogram.

Demi mengurangi berat koper, banyak jemaah memilih meninggalkan atau menyumbangkan pakaian yang dibawa dari Indonesia. Hal ini dilakukan agar oleh-oleh dan buah tangan untuk keluarga tetap dapat dibawa pulang ke tempat asal.

Andi Tenri Olle, jemaah haji asal Kabupaten Wajo, misalnya. Dia terpaksa mengurangi sejumlah barang bawaannya dari Indonesia agar kopernya bisa menampung lebih banyak oleh-oleh dari Tanah Suci.

"Kalau menurut pribadi saya, kalaupun melebihi dari kapasitas timbangan nanti, saya akan mengeluarkan, misalnya barang-barang yang saya bawa dari Indonesia. Saya mengutamakan oleh-oleh yang harus saya bawa pulang. Saya kasih tinggal saja barang-barang yang dari Indonesia saya bawa ke sini," kata Andi, dalam program Metro Pagi Primetime Metro TV, Rabu, 3 Juni 2026.
 



Setelah memenuhi ketentuan keselamatan dan batas berat yang ditetapkan, koper-koper jemaah haji langsung dimuat ke dalam truk kargo secara bertahap. Barang bawaan jemaah ini diberangkatkan lebih awal menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, untuk memperlancar proses kepulangan dan mencegah penumpukan bagasi.

Sementara itu, Aviation Security Garuda Indonesia, Norman Fajar, mengaku pihaknya sudah rutin melakukan sosialisasi mengenai batas berat koper dan barang bawaan yang dilarang dibawa. Namun masih sering ditemukan adanya koper overweight dan semacamnya.

"Rata-rata jemaah ini kan ingin membawa oleh-oleh yang banyak tentunya ya. Dan ini kami sudah sampaikan sosialisasi berkali-kali, termasuk dengan ketua kloter, dan kita pasang banner juga," kata Norman.

Selain koper overweight, permasalahan yang sering terjadi ialah air zam-zam. Padahal sudah sering diingatkan bahwa air zam-zam tidak boleh dimasukkan ke dalam koper.

"Jadi dilarang sama sekali ada zam-zam dalam koper. Lalu kemudian tidak ada tali-temali dalam koper atau di luar koper," ucapnya.


(Gervin Nathaniel Purba)