Lentera Kalbu - Mending 'Scroll' Mushaf daripada 'Scroll' Medsos

28 February 2026 10:36

Ramadan dikenal sebagai bulan di mana kitab suci Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia. Namun, di era digital saat ini, masyarakat dihadapkan pada tantangan besar berupa ketergantungan pada gawai (handphone) yang hampir tidak pernah lepas dari genggaman, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak.

Fenomena ini menjadi perhatian serius, terutama mengenai bagaimana waktu di bulan suci ini dihabiskan. Apakah kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk scrolling media sosial atau berselancar di dalam ayat-ayat suci Al-Qur'an?

Sejarah mencatat bahwa Rasulullah SAW dan para sahabat selalu menghabiskan waktu Ramadan dengan melakukan tadarus Al-Qur'an. Bahkan, Malaikat Jibril pun datang untuk bertadarus bersama Nabi Muhammad SAW.
 

Baca juga: Sinaran Kalbu - Disiplin Jadi Kunci Memimpin Diri

Membaca Al-Qur'an di bulan Ramadan bukan sekadar rutinitas, melainkan ibadah yang mendatangkan pahala besar. Membaca secara tartil dan tidak terburu-buru menjadi kunci dalam meresapi setiap ayatnya.

Bagi mereka yang merasa kesulitan membaca Al-Qur'an karena faktor usia atau belum lancar, tidak perlu berkecil hati. Sekadar memandang mushaf Al-Qur'an pun sudah bernilai ibadah. 

Begitu pula bagi yang hanya menghafal surat-surat pendek seperti Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, atau An-Nas, memperbanyak bacaan tersebut tetap akan membawa kedamaian dan ketenangan hati melalui iman.

Mari kita manfaatkan momentum ini untuk membatasi penggunaan gadget dan menjadikan Ramadan sebagai bulannya Al-Qur'an bagi diri dan keluarga kita.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)