Rumah Terdampak Erosi Sungai Krueng Peusangan Aceh Bertambah Jadi 110

14 January 2026 17:14

Dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Bireuen, Aceh, pada akhir November lalu masih terus berlanjut. Erosi sungai yang dipicu oleh meningkatnya debit air Sungai Krueng Peusangan menyebabkan jumlah rumah rusak dan hilang di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, terus bertambah.

Kondisi ini menciptakan kekhawatiran mendalam bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, karena lahan pemukiman mereka perlahan terkikis oleh arus sungai yang deras.

Berdasarkan data terbaru, jumlah rumah yang hilang, rusak berat, maupun rawan ditempati di Desa Balee Panah kini telah mencapai 110 unit. Angka ini menunjukkan peningkatan dari data sebelumnya yang mencatat sebanyak 100 rumah terdampak.
 

Baca juga:

BNPB: Korban Meninggal Bencana Sumatra 1.189 Orang


Camat Juli, Hendri Maulana, mengungkapkan bahwa dari total tersebut, sekitar 58 hingga 59 rumah sudah hilang terbawa arus. Erosi ini diperparah oleh debit air sungai yang tetap tinggi setiap harinya, sehingga pengikisan bibir sungai terus meluas.

Kondisi ini membuat warga yang tinggal di sekitaran bantar sungai khawatir kembali menempati rumah mereka. Tanah yang labil pasca longsor dan banjir bandang akhir tahun lalu membuat setiap kenaikan debit air sungai menjadi ancaman langsung bagi bangunan yang tersisa.

Pemerintah daerah setempat telah mengirimkan data korban dan kerusakan ini ke tingkat kabupaten untuk penanganan lebih lanjut. Warga berharap adanya solusi cepat, baik berupa pembangunan tanggul pengaman sungai maupun opsi relokasi, guna menghindari jatuhnya korban jiwa akibat rumah yang sewaktu-waktu bisa ambruk ke sungai.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)