Luhur Hertanto • 24 December 2021 14:22
Proses suksesi pucuk kepempimpinan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), sedikit banyak menghadirkan suasana kompetisi antara pendukung masing-masing kontestan. Maka wajar bila tugas pertama KH Yahya Cholil Staquf selaku Ketua Umum PBNU 2021-2022 usai Muktamar ke-34 NU adalah melakukan konsolidasi dan akomodasi terhadap semua pihak.
"Dengan pengikut hampir 100 juta orang sehingga NU merupakan ormas terbesar di Indonesia, bahkan dunia, tentu (konsolidasi dan akomodasi -red) tidak mudah. Tetapi NU memiliki modal sosial yaitu keguyuban dan keeratan, sehhingga hampir tidak ada masalah di tubuh NU yang tidak terselesaikan," papar jurnalis senior, Ahmad Kohar.
Tantangan lain yang juga harus dihadapi Gus Yahya, adalah membuktikan posisi netral namun konstruktif dari PBNU di ranah politik terutama terhadap kebijakan pemerintahan Jokowi-Maruf. Hal ini mengingat dirinya adalah kakak kandung dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.