NEWSTICKER

Nasib Miris Warga Terdampak Pergesaran Tanah Bogor

21 September 2022 10:55

Nasib menyedihkan dialami Wahyu, salah satu keluarga warga korban terdampak langsung bencana pergerakan tanah di Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat. Tempat tinggalnya roboh dan anak balitanya tengah sakit dan hingga hari ketujuh Wahyu masih bertahan di tenda pengungsian.

Kondisi rumah yang selama ini ditinggali oleh wahyu bersama dengan istri dan anak perempuan yang berusia tiga tahun porak poranda. Wahyu hanya bisa pasrah melihat kondisi tempat tinggalnya yang sudah rusak dikarenakan fenomena tanah bergerak.

Wahyu adalah warga korban terdampak langsung yang rumahnya rusak parah akibat pergeseran tanah di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kabupaten Bogor. Wahyu dan istri sudah bertahan di tenda pengungsian selaman tujuh hari tujuh malam. Saat hari kejadian tanah bergerak, Wahyu justru sedang bekerja di lokasi lain dan mendengar berita mengenai rumah dan keluarganya, ia segera berlari untuk melihat kondisi keluarga di rumah.

Sudah sepekan warga korban pergerakan tanah tinggal di pengungsian. Rosita, ibu muda yang baru pertama memiliki anak mulai resah karena kondisi anaknya yang mulai sakit dua hari terakhir. Rosita bahkan sempat bingung karena tak mampu beli minyak telon untuk menghangatkan putrinya.

Pikirannya juga mulai berat memikirkan kondisi pasca bencana dan bagaimana jika rumah tak bisa membangun lagi serta kebutuhan anak setiap hari ditambah suami sedang menganggur.

Pemkab Bogor akan memberikan bantuan untuk membantu para korban pergerakan tanah yang terdampak langsung. Sejumlah tindakan sudah dilakukan seperti memberi kebutuhan pokok sembako, selimut, air bersih dan toilet portable. Selain kebutuhan sementara ini, Pemkab Bogor juga sudah menyiapkan hunian sementara yang disewa menggunakan anggaran sigap bencana.