Memasuki hari ke-13, banjir yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, belum menunjukkan tanda-tanda surut. Banjir justru meluas hingga merendam 63 desa yang tersebar di tujuh kecamatan dengan ketinggian air bervariasi antara 50 sentimeter (cm) hingga 1 meter.
Kondisi terparah terpantau di Kecamatan Juana, di mana sebanyak 23 desa terendam banjir. Hujan deras yang masih mengguyur wilayah tersebut hingga sore ini menyebabkan debit air kembali naik sekitar 20 cm.
Sebanyak enam desa di Kecamatan Juana dilaporkan terisolasi akibat akses jalan tertutup air dengan ketinggian mencapai 1,5 meter. Desa Doropayung menjadi salah satu titik terparah. Aktivitas warga lumpuh total dan akses jalan dilaporkan lumpuh total.
Posko Pengungsian Kebanjiran
Di Desa Doropayung sendiri, lebih dari 400 rumah warga terendam dengan jumlah terdampak mencapai 1.475 jiwa. Ketinggian air di dalam rumah warga dilaporkan mencapai 50 hingga 80 cm, memaksa ribuan warga mengungsi.
Total warga terdampak di Kecamatan Juana diperkirakan mencapai 10.000 jiwa. Ironisnya, tempat yang dijadikan perlindungan pun kini tak luput dari genangan. Sejumlah balai desa yang difungsikan sebagai posko pengungsian mulai kemasukan air setinggi 30 hingga 50 cm, membuat kondisi pengungsi semakin memprihatinkan.
Trauma Healing untuk Anak-Anak
Para pengungsi mengaku mulai jenuh dan stres karena sudah bertahan selama hampir dua pekan di pengungsian. Menyikapi kondisi psikologis warga, tim Polwan dari Polda Jawa Tengah turun langsung ke lokasi pengungsian di Desa Bumirejo menggunakan perahu karet.
Mereka memberikan layanan trauma healing dan hiburan, khususnya bagi anak-anak, untuk mengurangi dampak psikologis akibat bencana berkepanjangan ini.