BGN Hemat Rp3 Triliun Selama Libur Sekolah

19 June 2026 00:58

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan adanya efisiensi anggaran negara yang sangat signifikan, yakni mencapai lebih dari Rp3 triliun. Penghematan ini diperoleh dengan menghentikan sementara operasional dan penyaluran insentif untuk Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia selama masa libur sekolah panjang.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini akan berlangsung selama 18 hari, terhitung sejak 22 Juni hingga 13 Juli 2026.

Langkah strategis ini diambil sekaligus sebagai momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi, menata ulang, dan menstandardisasi tata kelola operasional di tubuh BGN agar lebih optimal ke depannya.

"Kami di BGN ingin melakukan tata kelola dan penataan kembali, sehingga kami mengambil momentum liburan sekolah ini," ujar Agustina dikutip dari tayangan Top News, Metro TV, Kamis 18 Juni 2026.

Berdasarkan Surat Edaran (SE) yang diterbitkan BGN, selama operasional dihentikan, otomatis insentif tidak akan disalurkan. Sebelumnya, SPPG dijatah menerima insentif operasional sebesar Rp6 juta per hari, meskipun sebagian di antaranya belum beroperasi secara penuh atau penerima manfaatnya belum mencapai target 3.000 anak.

"Di dalam SE ini menegaskan bahwa dengan tidak didistribusikannya MBG, maka seluruh SPPG yang tidak beroperasi tidak akan mendapat insentif. Nah, itu garis bawah yang penting," tegasnya.

Agustina membeberkan hitung-hitungan efisiensi dari kebijakan ini. Saat ini, terdapat 27.820 SPPG yang tersebar di berbagai daerah. Dengan dihentikannya insentif harian sebesar Rp6 juta selama 18 hari masa libur, negara berhasil menyelamatkan triliunan rupiah dari pos operasional.

"Kalau kita melihat jumlah SPPG yang telah beroperasi 27.820 dikalikan dengan insentif per hari selama 18 hari, maka kita sudah bisa melakukan efisiensi insentif SPPG itu sebesar Rp3.004.560.000.000 (Rp3 triliun 4 miliar 560 juta)," ucap Agustina.

(Sofia Zakiah)