Jakarta: Malam ini Budapest menjadi saksi sejarah di Puskas Arena. Dua klub raksasa Eropa akan saling adu-nyali, memperebutkan mahkota tertinggi sepak bola antar klub Trophy League Champions. Paris Saint-Germain sang juara bertahan dan Ibu Kota Prancis berhadapan dengan Arsenal Meriam London yang lapar gelar.
Ini bukan sekadar final biasa. Ini adalah perebutan tahta Eropa antara dua kekuatan yang sama-sama sedang dalam performa terbaik mereka. Kira-kira siapa yang lebih unggul?
Laga digelar di Puskas Arena Budapest
Final malam ini akan digelar di Puskas Arena Budapest, Hungaria. Kick-off nanti akan berlangsung di pukul 23.00 waktu Indonesia Barat atau pukul 18.00 waktu setempat, tiga jam lebih awal dari biasanya. UEFA sengaja memajukan jadwal demi kenyamanan supporter dan jangkauan siaran yang lebih luas ke seluruh dunia.
Tapi yang paling menarik, ini adalah final dari Liga Champions pertama sepanjang sejarah yang mempertemukan klub dari Inggris dan juga Prancis. Belum pernah terjadi sebelumnya. Arsenal mewakili Premier League, PSG mewakili League One. Artinya dua liga terkuat Eropa akan beradu di satu panggung.
Head-to-head kedua kesebelasan
Mereka sudah pernah bertetap muka lima kali di Liga Champions. Dan hasilnya sama-sama kita lihat, sangat berimbang. PSG yang menang dua kali, Arsenal menang sekali, dan sisanya ada skor dua imbang.
Dan yang bikin narasi final ini semakin panas adalah pertemuan terakhir mereka baru saja terjadi musim lalu di babak semifinal. PSG menang agregat 3-1, menyingkirkan Arsenal di depan publik mereka sendiri. Tapi sebelum semifinal, Arsenal sempat menaklukkan PSG 2-0 di Emirates pada fase Liga musim yang sama, lewat goal Harvard dan juga Saka.
Ada luka yang masih belum sembuh di kubu Arsenal. Declan Rice juga terang-terangan bilang, kalau misalnya timnya sudah belajar dari kekalahan. Spesifiknya mengatakan momen-momen seperti tersebut justru mempersiapkan untuk momen berikutnya. Jadi kami akan siap. Malam ini adalah menjadi momen berikutnya, final yang dinantikan oleh Arsenal.
Prestasi Arsenal dan PSG
Siapa yang datang dengan modal yang lebih besar. Arsenal tiba di Budapest bukan dengan tangan kosong. Mereka baru saja mengunci gelar juara Liga Pembiayaan Inggris 2025-2026.
Gelar Liga pertama mereka sejak era Invisible Arsene Vonger di tahun 2004, 22 tahun yang lalu. Dan ini adalah pertama kalinya Arsenal lolos ke final Liga Champion sejak 2006, bayangkan 20 tahun penantian. Dan di Liga Champion musim ini Arsenal tampil luar biasa konsisten, 11 menang, 3 imbang dan belum sekalipun kalah. Dan yang lebih mengesankan mereka hanya kebobolan 6 gol sepanjang kompetisi. Artinya apa? Pertahanannya sekokoh beton.
Sementara PSG, kisahnya ini berbeda tapi juga sama menariknya. Kalau misalnya di fase Liga 3 mereka ini sempat terseok, finish di posisi ke-11 dan harus melewati babak playoff. Tapi begitu masuk fase gugur, PSG seperti monster yang baru terbangun.
Dan jangan lupa juga, PSG adalah juara bertahan. Musim lalu mereka bisa menghancurkan Inter Milan 5-0 di final. Satu lagi keunggulan PSG yang tidak bisa diabaikan adalah mereka adalah tim paling produktif di Liga Champions musim ini dengan 44 gol.
Pemain kunci kedua kesebelasan
Final ini juga pastinya soal individu-individu luar biasa di dalamnya. Di kubu PSG ada Khvicha Kvaratskhelia yang menjadi Winger Georgia, yang menjadi mesin gol Le Parisien dengan 19 gol di semua kompetisi musim. Dia sosok yang sangat lincah dan juga eksplosif.
Kemudian di sebelahnya ada Usman Dembele. Dia ini adalah pemain terbaik dunia 2025. Dan kabar baiknya Dembele sudah kembali berlatih setelah cedera yang ia alami. Begitu juga dengan Akhraf Hakimi yang sudah kembali bergabung dengan sesi latihan squad.
Tapi apakah keduanya akan dimainkan sejak menit pertama? Ini sepenuhnya berada di tangan pelatih. Dan keputusan sang pelatih juga bisa menjadi faktor penentu arah pertandingan.
Sementara di kubu Arsenal ada Victor Jokeres, yang baru bergabung musim ini tapi langsung mencetak 19 gol. Ini adalah debut yang sangat impresif. Lalu juga ada Declan Rice. Dia menjadi metronom permainan Arsenal yang mengatur tempo, memutus serangan lawan dan menjadi otak di lini tengah. Dan jangan lupakan ada juga Saka dan juga Eze yang mencetak 10 dan 7 gol dan menjadi ancaman nyata.
Siapa yang difavoritkan untuk menang?
Dari Opta Supercomputer System Analisis Data paling canggih di dunia sepak bola memberikan PSG peluang 56% untuk mengangkat trofi, sementara Arsenal ini 44%. PSG memang terlihat sedikit lebih unggu, tapi angka 44% juga bukan angka yang kecil.
Kalau misalnya bicara motivasi, kedua tim juga sama-sama punya alasan yang kuat untuk menang. Karena Arsenal datang dengan misi yang sangat jelas, menutup musim 2025-2026 dengan trofi bergengsi di tangan. Setelah mengakhiri puasa puluhan tahun, tapi PSG juga mau jadi juara bertahan. PSG juara bertahan yang haus dinasti melawan Arsenal, (tim tidak terkalahkan yang lapar sejarah.
Satu hal yang pasti, final Liga Champions malam ini tidak akan mengecewakan. Dan ketika peluit akhir berbunyi di Puskas Arena Eropa, akan punya raja baru atau raja yang sama mempertahankan takhtanya.
Sumber: Redaksi Metro TV