Jakarta: Narwhal (Monodon monoceros) merupakan jenis paus bergigi yang menghabiskan seluruh siklus hidupnya di perairan dingin Kutub Utara. Sekilas, hal paling ikonik dari hewan ini adalah gading melingkar yang mencuat dari kepalanya. Banyak yang mengira itu adalah tanduk, padahal sebenarnya itu adalah gigi taring yang tumbuh memanjang keluar melewati bibir atas mereka, dengan panjang yang bisa mencapai hingga 3 meter.
Gading ini mayoritas dimiliki oleh narwhal jantan dan kaya akan organ sensorik dengan 10 juta ujung saraf di dalamnya. Sensivitas tinggi ini membantu mereka mendeteksi perubahan suhu, tingkat garam, hingga tekanan di dalam air.
Tidak seperti kebanyakan paus lain yang bermigrasi ke perairan hangat saat musim dingin,
narwhal menghabiskan seluruh jalan hidupnya di perairan es Arktik sekitar Kanada, Greenland, Norwegia, dan Rusia. Bahkan, selama kurang lebih lima bulan saat musim dingin, mereka mampu bertahan hidup di bawah hamparan es tebal di wilayah Baffin Bay.
Untuk bertahan hidup di lingkungan ekstrem, narwhal dibekali kemampuan menyelam yang luar biasa. Mereka sanggup menyelam hingga kedalaman 1,6 kilometer ke kegelapan dasar laut, mengandalkan retakan es di permukaan untuk sesekali muncul mengambil napas. Di kedalaman inilah mereka berburu makanan favorit mereka seperti ikan halibut, kod, cumi-cumi, hingga udang.
Fakta unik lainnya, kamu bisa menebak usia narwhal dari warna tubuhnya karena kulit mereka terus berubah seiring bertambahnya umur. Bayi narwhal lahir dengan warna abu-abu kebiruan, saat beranjak remaja warna kulit mereka menjadi biru kehitaman, lalu ketika dewasa tubuh mereka berubah menjadi abu-abu bermotif totol. Uniknya, narwhal yang sudah sangat tua akan kehilangan corak gelapnya dan berubah warna menjadi hampir putih sepenuhnya. (Titik Nurmalasari)