Jakarta: Istilah “super flu” belakangan ramai diperbincangkan di tengah masyarakat. Banyak orang menggunakannya untuk menggambarkan kondisi flu yang terasa jauh lebih berat, membuat tubuh sangat lemas, dan butuh waktu lebih lama untuk pulih dibandingkan flu pada umumnya.
Namun, apakah super flu benar-benar merupakan penyakit baru yang lebih berbahaya secara medis?
Organisasi kesehatan dunia seperti World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menegaskan bahwa istilah super flu sebenarnya tidak dikenal dalam dunia medis. Istilah ini lebih bersifat populer dan digunakan masyarakat untuk menyebut infeksi influenza dengan gejala yang lebih berat atau durasi sakit yang lebih panjang.
Flu Biasa dan Flu Berat, Apa Bedanya?
Menurut penjelasan
Kementerian Kesehatan RI, flu atau
influenza pada umumnya disebabkan oleh infeksi virus influenza yang menyerang saluran pernapasan. Gejala flu biasa biasanya meliputi pilek, batuk, demam ringan, sakit tenggorokan, serta nyeri otot ringan. Dalam kondisi normal, flu dapat membaik dalam beberapa hari dengan istirahat cukup dan perawatan mandiri.
Sementara itu, kondisi yang sering disebut sebagai super flu biasanya menunjukkan gejala yang lebih intens. Mayo Clinic dan NHS UK menjelaskan bahwa
flu dengan gejala berat dapat ditandai oleh demam tinggi, tubuh sangat lemas, nyeri otot hebat, sakit kepala berat, hingga batuk yang berlangsung lebih lama. Akibatnya, penderitanya kesulitan beraktivitas dan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih panjang.
Faktor yang Memperberat Gejala Flu
Berat-ringannya
flu tidak terjadi tanpa sebab. Para ahli kesehatan menyebutkan sejumlah faktor yang dapat memperparah gejala influenza, mulai dari jenis virus yang lebih agresif, daya tahan tubuh yang sedang menurun, kurang tidur, stres berlebihan, hingga adanya infeksi lain yang menyertai. Kombinasi faktor tersebut membuat tubuh bekerja lebih keras untuk melawan virus.
Kapan Harus Waspada dan ke Dokter?
Meski super flu bukan penyakit baru, para ahli mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Jika flu disertai demam tinggi, lemas ekstrem, nyeri hebat, atau gejala tidak kunjung membaik setelah beberapa hari, pemeriksaan medis sangat disarankan. Hal ini penting untuk mencegah komplikasi, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita penyakit kronis.
Menjaga daya tahan tubuh tetap optimal dengan pola hidup sehat, asupan gizi seimbang, istirahat cukup, serta manajemen stres menjadi langkah utama untuk mencegah flu berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat diharapkan tidak panik menghadapi istilah super flu, namun tetap sigap mengenali tanda bahaya yang perlu penanganan medis.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Calista Vanis)