KA Cikuray Hadir dengan Kereta Ekonomi Kerakyatan, Dukung Distribusi Produk UMKM

11 June 2026 21:45

PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan layanan kereta ekonomi kerakyatan pada rangkaian KA Cikuray relasi Garut-Pasar Senen, Jakarta. Program ini dihadirkan untuk memperkuat akses transportasi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), petani, hingga pedagang dalam mendistribusikan produk mereka.

Layanan kereta ekonomi kerakyatan ini mulai resmi beroperasi pada Kamis pagi, 11 Juni 2026. Berdasarkan jadwal rutin, KA Cikuray akan melayani penumpang setiap hari dengan keberangkatan dari Stasiun Garut pada pukul 05.05 WIB dan dijadwalkan tiba di Stasiun Pasar Senen sekitar pukul 11.00 WIB. Sementara itu, perjalanan pulang dari Pasar Senen menuju Garut dilakukan pada sore hari dengan estimasi waktu tiba sekitar pukul 23.00 WIB.

Direktur Pengembangan PT KAI, Rafli Yandra, memaparkan bahwa rangkaian KA Cikuray terdiri dari total enam gerbong. Inovasi ini mencakup penyediaan ruang khusus bagi para pelaku usaha kecil yang membawa barang bawaan hasil bumi atau dagangan.

Secara detail, masing-masing gerbong ekonomi memiliki kapasitas 93 tempat duduk. Sementara itu, gerbong khusus yang didedikasikan untuk petani dan pedagang memiliki kapasitas tampung sebanyak 73 penumpang.

"Mudah-mudahan kereta ekonomi kerakyatan ini dapat membantu perekonomian masyarakat yang ada di Kabupaten Garut, terutama para petani, pedagang, dan pelaku UMKM," jelas Rafli yang dikutip Newsline Bisnis pada Kamis, 11 Juni 2026.
 

Baca juga: Bupati Lamongan Lepas Lima Kontainer Produk UMKM dan Industri ke Pasar Global

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menyambut baik kehadiran layanan ekonomi kerakyatan ini. Menurutnya, moda transportasi ini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi warga di wilayah Garut.

Keunggulan dari layanan ini bukan hanya pada kemudahan akses, tetapi juga aspek keamanan dan efisiensi waktu. Kereta api dinilai sebagai moda transportasi yang lebih murah, tepat waktu, serta aman dan nyaman untuk mengangkut barang-barang milik pedagang maupun petani.

"Kita semua tahu kereta api adalah satu moda transportasi yang lebih murah, lebih tepat waktu, lebih aman, dan lebih nyaman," ungkap Abdusy.

Dengan adanya layanan ini, diharapkan sektor UMKM dan pertanian di Garut dapat semakin berkembang seiring dengan tersedianya jalur distribusi logistik yang lebih efisien menuju Ibu Kota.

(Anggie Meidyana)