Jakarta: Fimosis adalah kondisi ketika kulit kulup pada kepala penis menempel dan tidak bisa ditarik ke belakang. Kondisi ini sering menimbulkan kekhawatiran orang tua.
Namun perlu dipahami bahwa pada bayi dan anak laki-laki, fimosis seringkali normal dan akan mengendur secara alami seiring pertumbuhan, biasanya antara usia 2–6 tahun.
Meskipun demikian, ada beberapa tanda dan gejala yang menandakan fimosis mungkin perlu mendapatkan penanganan medis.
Gejala Fimosis yang Perlu Diwaspadai
Orang tua sebaiknya memperhatikan beberapa tanda berikut:
- Kulup tidak bisa ditarik sepenuhnya saat anak berusia 3 tahun ke atas
- Terjadi penggelembungan di bagian kulup saat buang air kecil
- Muncul garis pucat di sekitar kepala penis
- Kepala penis tampak bengkak, memerah, atau terasa perih saat kulup ditarik
- Kulup tidak bisa kembali menutup kepala penis
- Kepala penis terasa sakit dan berwarna biru atau merah tua
- Nyeri di panggul bagian bawah
- Rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil
- Frekuensi buang air kecil berkurang
- Urine keluar disertai darah atau cairan kental dari kulup
Jika gejala ini muncul, segera konsultasikan ke dokter spesialis anak.
Penyebab Fimosis pada Anak
Beberapa faktor dapat menyebabkan atau memperburuk fimosis, antara lain:
- Infeksi saluran kemih berulang
- Infeksi pada kulup
- Kulup diperlakukan secara kasar
- Trauma pada kulup
- Kondisi kulit tertentu seperti eksim, psoriasis, lichen planus, atau lichen sclerosus
Komplikasi yang Mungkin Terjadi
Meskipun fimosis pada anak seringkali tidak berbahaya, beberapa kasus dapat menimbulkan komplikasi, seperti:
- Infeksi Saluran Kemih (ISK)
- Kesulitan buang air kecil
- Nekrosis pada ujung penis (jarang terjadi)
Penanganan Fimosis
Dokter spesialis anak dapat memberikan beberapa pilihan penanganan, tergantung tingkat keparahan:
- Salep kortikosteroid untuk melenturkan kulup
- Antibiotik atau antijamur jika terdapat infeksi
- Tindakan operasi atau sunat jika kondisi cukup berat
Catatan penting: Jangan menarik kulup secara paksa pada anak karena dapat menyebabkan luka dan memperburuk kondisi.
Pencegahan dan Perawatan di Rumah
- Jaga kebersihan area genital dengan air hangat dan sabun tanpa pewangi
- Hindari menarik kulup secara paksa
- Perhatikan gejala yang muncul dan segera konsultasikan ke dokter jika ada tanda peringatan
Dengan pemahaman yang tepat, orang tua dapat membedakan fimosis yang normal dan yang memerlukan perawatan medis, sehingga kesehatan anak tetap terjaga tanpa menimbulkan kekhawatiran berlebihan.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Daffa Yazid)