Jalur Udara Timteng Tutup, 4.426 WNA Tertahan di Bali

4 March 2026 00:12

Penutupan jalur udara di kawasan Timur Tengah akibat eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel berdampak serius pada jadwal penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Hingga Selasa, 3 Maret 2026, tercatat lebih dari empat ribu calon penumpang dengan rute Doha, Dubai, dan Abu Dhabi mengalami pembatalan keberangkatan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, mengonfirmasi bahwa sebanyak 4.426 wisatawan asing saat ini tertahan di Bali. Para wisatawan tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan maupun pulang ke negara asal menyusul penutupan bandara tujuan di wilayah terdampak konflik.

"Data penumpang yang mengalami pembatalan penerbangan dari Bandara Internasional Ngurah Rai per hari ini mencapai 4.426 orang," ujar Bugie Kurniawan.

Berdasarkan data imigrasi, rincian pembatalan keberangkatan terjadi secara bertahap sejak akhir Februari. Pada 28 Februari tercatat sebanyak 1.802 penumpang terdampak, disusul 1.316 penumpang pada 1 Maret, dan 1.308 penumpang pada 2 Maret.

Situasi ini memicu risiko pelampauan batas izin tinggal atau overstay bagi para warga negara asing (WNA) tersebut. Merespons kondisi darurat ini, pihak Imigrasi memberikan kebijakan khusus berupa pembebasan biaya pengurusan izin tinggal. Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Direktorat Jenderal Imigrasi Nomor IMI-590.GR.01.01 Tahun 2025 mengenai layanan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT).

Melalui kebijakan tersebut, WNA yang terdampak diberikan tarif Rp0,00 (nol rupiah) untuk denda overstay. Hingga 3 Maret 2026, tercatat sudah ada 54 permohonan perpanjangan ITKT yang diajukan ke Kantor Imigrasi Ngurah Rai.

Sebagai bentuk mitigasi krisis, Imigrasi Ngurah Rai juga telah mendirikan posko layanan bantuan (helpdesk) di area bandara. Posko ini berfungsi untuk memberikan informasi akurat, mengarahkan para WNA, sekaligus melakukan pendataan terhadap penumpang yang membutuhkan fasilitas keimigrasian selama masa tunggu penerbangan dibuka kembali.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)