4 July 2026 13:38
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan lonjakan signifikan pada Sabtu, 4 Juli 2026. Sejak dini hari, gunung api yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta ini terpantau meluncurkan rentetan awan panas guguran (APG) serta guguran lava pijar.
Dikutip dari program Headline News Metro TV, 4 Juli 2026, berdasarkan laporan resmi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), tercatat Merapi telah meluncurkan tiga kali awan panas guguran dan delapan kali guguran lava pijar.
Jarak luncur material vulkanik tersebut terpantau mencapai hampir dua kilometer dari puncak kawah. Erupsi ini terekam dengan jelas di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 32,01 milimeter serta durasi gempa selama 177 detik.
Baca Juga :
Data kegempaan yang dihimpun sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB menunjukkan aktivitas yang masih tinggi. Tercatat telah terjadi 23 kali gempa guguran dan 17 kali gempa hibrid. Rentetan gempa hibrid ini menjadi indikator kuat bahwa suplai magma dari dalam perut gunung menuju permukaan masih terus berlangsung.
Merespons peningkatan aktivitas ini, petugas Pusdalops PB BPBD Kabupaten Magelang telah dikerahkan untuk bersiaga penuh selama 24 jam. Petugas secara intensif memantau pergerakan visual gunung maupun data kegempaan untuk mengantisipasi potensi bahaya yang lebih besar.
Selain pemantauan, pihak BPBD juga memastikan koordinasi evakuasi jalur darat di pemukiman-pemukiman terdekat tetap dalam kondisi aman dan siap digunakan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Hingga saat ini, Gunung Merapi masih ditetapkan pada status aktivitas Level III (Siaga). Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mematuhi rekomendasi pihak berwenang. Masyarakat diminta untuk menjauhi area berbahaya sektoral yang telah ditentukan, terutama alur sungai-sungai yang berhulu di puncak Merapi guna mengantisipasi ancaman guguran lava maupun awan panas.