Banjarbaru: Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus diperkuat. Kepala BNPB Letjen Suharyanto memimpin rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat untuk membahas perkembangan karhutla dan percepatan pemadaman.
Berdasarkan pantauan satelit per 9 September 2026, total luas lahan terbakar di Kalimantan Selatan mencapai 8.019,63 hektare. Meski tidak terdeteksi hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, masih ditemukan 27 fire spot dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai 132,062 hektare.
Dari luasan tersebut, sekitar 95,882 hektare telah berhasil dipadamkan melalui upaya pemadaman dari darat maupun udara. Suharyanto meminta penanganan karhutla di Kalimantan Selatan lebih diperkuat melalui satgas darat. Menurutnya, pemadaman dari darat dinilai lebih efektif untuk menjangkau area lahan gambut yang masih terbakar.
Selain memperkuat personel di lapangan, Suharyanto meminta seluruh bantuan dari pemerintah pusat segera dimanfaatkan untuk mempercepat pemadaman dan penanganan lahan yang masih terbakar.
Kalimantan Selatan menjadi salah satu dari enam daerah prioritas penanganan karhutla. Karena itu, percepatan penanganan di lapangan terus dilakukan untuk mencegah api meluas dan memastikan kebakaran segera terkendali.
Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, satgas darat, serta unsur terkait agar penanganan karhutla dapat berjalan lebih cepat dan efektif.