Film horor terbaru bertajuk Bisikan Desa Gringsing siap memberikan teror yang berbeda di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026. Alih-alih mengandalkan jump scare hantu tradisional, film arahan sutradara Ivander Tedjasukmana ini justru menitikberatkan pada genre psychological thriller yang akan menguras mental penontonnya.
Film ini menceritakan karakter Hesti (Aghniny Haque), seorang perempuan yang tengah berjuang melawan trauma dan penyakit mental. Di tengah kondisinya, ia harus mencari sang ayah yang menghilang saat berusaha mencari obat untuk Hesti.
Pencarian tersebut membawa Hesti ke Desa Gringsing, sebuah desa fiktif yang menyimpan misteri kelam dan dikelilingi teror arwah Fatimah (Fatmah Nahdi). Konon, siapa pun yang berani masuk ke desa tersebut tidak akan bisa keluar dalam keadaan hidup.
Sutradara Ivander Tedjasukmana menegaskan bahwa
Bisikan Desa Gringsing mendobrak formula horor konvensional. Ia menekankan bahwa elemen paling mengerikan dalam film ini bukanlah kemunculan entitas gaib, melainkan betapa seram dan tak tertebaknya sifat manusia.
"Horor itu sesuatu yang menakutkan. Kita
create sesuatu yang menakutkan tapi enggak pakai cara yang biasa dipakai," ujar Ivander dalam dialog
Showbiz Metro TV, Minggu 20 September 2026.
Kolaborasi Tiga Negara dan Teknologi Virtual Production
Nilai jual lain dari Bisikan Desa Gringsing terletak pada proses di balik layarnya. Proyek ambisius ini merupakan hasil kolaborasi produksi lintas negara antara sineas Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Film ini juga tercatat sebagai salah satu pelopor penggunaan teknologi
Virtual Production (VP) di industri film horor Tanah Air.
Menurut Ivander, penggunaan teknologi VP membuat proses persiapan menjadi lebih panjang, namun sangat memangkas waktu syuting. Total proses produksi di Johor dan Singapura memakan waktu sekitar 2 bulan, dengan hari syuting menggunakan teknologi VP hanya sekitar 15 hari.
Bagi pemeran utama Aghniny Haque, kolaborasi lintas negara ini memberikan pengalaman kerja yang sangat berkesan. Ia menyoroti tingginya disiplin kerja keras para kru dari Malaysia dan Singapura, terutama terkait aturan ketenagakerjaan yang membatasi waktu syuting maksimal 8 jam.
"Ini adalah syuting tersehat yang pernah aku dapatkan. Sempat bingung, oh ada ya syuting yang sehat gini, kok belum capek," ungkap Aghniny.
Selain kedisiplinan kru, ia juga memuji profesionalitas para pemain pendukung asal Singapura yang sangat terlatih.
Setelah penayangan perdananya di Indonesia pada 24 September 2026, Bisikan Desa Gringsing direncanakan akan didistribusikan ke jaringan bioskop internasional, meliputi Malaysia, Singapura, Turki, hingga Azerbaijan.