3 November 2026 17:47
Pemerintah menyiapkan paket stimulus bantuan sosial (bansos) senilai Rp30 triliun serta penyaluran bantuan beras guna menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun dan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kebijakan tersebut dibahas dalam rapat terbatas (ratas) lanjutan bidang perekonomian yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta.
Paket stimulus ini digulirkan sebagai langkah antisipatif untuk mengamankan konsumsi rumah tangga dan meredam fluktuasi harga kebutuhan pokok di penghujung tahun. Selain alokasi dana bantuan sosial sebesar Rp30 triliun yang akan disalurkan kepada masyarakat, pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram per keluarga penerima manfaat.
Langkah penguatan daya beli ini ditopang oleh kinerja makroekonomi nasional yang menunjukkan tren ekspansif. Sektor industri manufaktur terpantau menguat setelah Purchasing Managers' Index (PMI) naik ke level 54 pada Oktober, meningkat dari posisi 52,4 pada bulan sebelumnya.
Di sektor perdagangan luar negeri, neraca perdagangan Indonesia per September mencatatkan surplus sebesar USD3,36 miliar. Kinerja ekspor dan impor secara kumulatif sepanjang Januari hingga September menembus USD221,23 miliar, atau tumbuh 5,58 persen secara tahunan (year on year). Adapun laju inflasi nasional tetap terkendali stabil di angka 3,23 persen, masih berada dalam rentang target sasaran pemerintah.