6 October 2026 01:57
Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kondisi paparan asap yang makin memburuk membuat indeks kualitas udara di wilayah tersebut melonjak hingga masuk dalam kategori sangat berbahaya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, angka indeks kualitas udara tercatat menyentuh angka 424. Tingginya pencemaran udara ini berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, di mana angka penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah menembus 10.240 penderita dalam kurun waktu 4,5 bulan sejak Juni 2026.
Merespons krisis asap yang belum mereda, Pemerintah Kota Palangka Raya resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana karhutla hingga 8 Oktober 2026.