Trade Expo Indonesia 2026 Targetkan Transaksi Rp313,78 Triliun

15 October 2026 15:48

Tangerang: Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi membuka gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten. Pada penyelenggaraan tahun ini, Kemendag membidik target transaksi dagang ambisius sebesar USD17,5 miliar atau setara sekitar Rp313,78 triliun.

Pameran perdagangan Business-to-business (B2B) internasional terbesar di Indonesia ini berlangsung selama lima hari, yakni 14-18 Oktober 2026, dengan mengusung tema ‘The Ultimate Hub for Global Sourcing’.

Antusiasme peserta tergolong sangat tinggi, tercatat sebanyak 16.885 pembeli terdaftar hadir. Sebanyak 8.905 di antaranya merupakan pembeli mancanegara yang berasal dari 134 negara.

"Data yang kami perbarui hari ini mengonfirmasi kehadiran pembeli asing sebanyak 8.905 orang dari 134 negara. Target transaksi kami hingga 18 Oktober adalah USD17,5 miliar. Sore ini juga langsung diteken 168 nota kesepahaman (MoU) antara eksportir nasional dan pembeli dari 22 negara dengan nilai mencapai USD13,2 miliar," ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis, 15 Oktober 2026.

Optimisme TEI 2026 ditopang kinerja ekspor nasional yang konsisten berada di jalur positif. Merujuk data Kemendag, nilai ekspor kumulatif periode Januari hingga Agustus 2026 menembus USD193,64 miliar atau setara Rp3.468,67 triliun, tumbuh 4,47 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

TEI juga menjadi jembatan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menembus pasar global. Ervina Melpa Edwarsyah, peserta UMKM kerajinan kayu asal Jawa Timur, menilai ajang ini sebagai puncak pameran tahunan yang paling ditunggu para perajin lokal.

"Pameran ini sangat ditunggu teman-teman UMKM se-Indonesia karena ini puncak dari segala pameran. Di sini kami bisa langsung praktik, berdiskusi, hingga negosiasi langsung dengan calon pembeli luar negeri. Kualitas produk kerajinan Indonesia sebetulnya sudah diakui dan diapresiasi dunia internasional, tinggal bagaimana keberanian kita untuk melangkah maju dan berkolaborasi bersama," tutur Ervina.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X