14 October 2022 20:34
PT Pindad angkat bicara soal gas air mata yang diduga menjadi salah satu penyebab meninggalnya ratusan orang di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. PT Pindad mengklaim bahwa tidak ada bahan kimia yang berbahaya di dalam kandungan gas air mata. Produsen alat pertahanan negara tersebut menyebut, sudah tidak menggunakan bahan CN (kloroasetofenon) yang merupakan bahan berbahaya yang sudah dilarang.
Vice President Penjaminan Mutu dan K3LH PT Pindad, Prima Kharisma mengungkapkan desain gas air mata yang dirancang bersifat iritan atau senyawa yang membuat iritasi. Berdasarkan pengujian, efek yang ditimbulkan gas air mata tersebut dapat menyebabkan kulit merah, gatal, mata berair. Namun efek tersebut akan hilang dalam waktu 30 menit.
"Gas air mata ini menggunakan bahan CS. Kami sudah melakukan uji diruang terbuka," kata Prima Kharisma, Vice President Penjamin Mutu dan K3LH PT Pindad.