13 December 2022 18:40
Sebelum menembak Yosua, Richard Eliezer mengaku sempat berdoa agar Ferdy Sambo mengurungkan niatnya membunuh Yosua. Saksi Richard juga menyebut saat kejadian Ferdy Sambo juga ikut menembak Yosua.
"Saya naik ke lantai dua dulu Yang Mulia, saya masih blank juga pada saat itu Yang Mulia saya, saya pikir saya mau cerita ke siapa saya takut juga Yang Mulia. Isi doa saya 'Tuhan ubah pikiran Pak Sambo' Yang Mulia. 'Nggak jadi rencana Pak Sambo'," ungkap Richard Eliezer kepada Hakim, Selasa (13/12/2022).
Saat tengah memanjatkan doa, Bharada E mendengar suara Sambo. Ia pun bergegas turun ke lantai bawah. Sambo tampak berada di ujung tangga dan menanyakan senjata Richard Eliezer.
"Dia nanya sudah isi senjata kamu? Saya turun, saya keluarkan dan kokang senjata kemudian saya masukin lagi ke pinggang," katanya.
Sesaat kemudian Yosua masuk kedalam rumah dan diikuti Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf. Yosua nampak kaget saat disuruh Sambo berlutut dihadapannya sembari angkat tangan. Sambo memerintahkan Richard Eliezer menembak Brigadir J dengan suara berteriak. Eliezer sontak menembak Yosua.
Pada saat Yosua sudah jatuh tertelungkup dan mengerang, Sambo maju dan kokang senjata dan menembaknya. Setelah itu Sambo jongkok di depan tangga dan menembak kearah tembok. Setelah itu Sambo kembali menembak ke arah TV dan dipegangkan senjata ke Yosua.
Hal itu disampaikan Richard Eliezer saata memberi kesaksian dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir J atas terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (13/12/2022).