NEWSTICKER

Dinilai Menyulitkan, Jokowi Minta Proses Imigrasi Berubah Total

15 September 2022 12:40

Presiden Joko Widodo baru-baru ini menyoroti layanan imigrasi yang banyak dikeluhkan mengenai Visa on Arrival (VoA) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS). Presiden Jokowi menyebut pelayanan imigrasi di Indonesia masih memakai cara lama atau jadul sehingga menyulitkan datangnya investasi dan wisatawan. Jokowi juga meminta adanya perubahan total terhadap imigrasi di Indonesia.

"Imigrasi masih mengatur dan mengontrol akhirnya menyulitkan, ini yang harus diubah," ujar Presiden Jokowi.

Dua hal yang disinggung Presiden Jokowi ialah VoA dan KITAS. VoA diperlukan untuk penduduk negara tertentu saat tiba di Indonesia. Program VoA sendiri ditujukan untuk tujuan bisnis, liburan, dan kunjungan sosial.

Persyaratan mendapatkan VoA yakni paspor masih berlaku minimum enam bulan, tiket pulang atau meninggalkan Indonesia setelah 30 hari, dan perlu biaya USD35 atau Rp500 ribu. Proses mendapatkan VoA yakni berpergian ke Indonesia dan tiba di bandara pilihan, menuju konter VoA, melakukan pembayaran VoA, dan menuju konter imigrasi.

Sementara untuk KITAS, diberikan kepada WNA yang akan tinggal di Indonesia untuk beberapa bulan. Program KITAS ditujukkan untuk komisaris, direktur maupun tenaga kerja asing dan investor dari perusahaan modal asing.

Persyaratan pembuatan KITAS dengan membawa surat penjaminan, surat domisili, pas foto berwarna, dan paspor asli dan salinan. Jangka waktu KITAS yakni enam bulan, satu tahun, dua tahun, dan dapat diperpanjang.

Melihat adanya kekurangan bahkan keluhan dari mulai pelancong hingga investor Presiden Jokowi pun tidak tinggal diam. Ada sejumlah arahan yang disampaikan Jokowi berkaitan dengan imigrasian.

Pertama, mengubah total layanan imigrasi. Kedua, mempertimbangkan kemudahan layanan imigrasi. Dan ketiga mengganti Dirjen Imigrasi hingga bawahannya.