NEWSTICKER

5 Koruptor Kembali Bebas Bersyarat, Korupsi Bukan Lagi Kasus Extraordinary Crime?

9 September 2022 18:19

Lima narapidana korupsi kembali bebas bersyarat dari Lapas Kelas I Tangerang setelah sebelumnya 23 napi korupsi bebas dari Lapas kelas II A Tangerang dan Lapas Sukamiskin Bandung. Kasus korupsi kini dianggap bukan sebagai extraordinary crime karena pemberian pembebasan bersyarat ini. 

Lima narapidana kasus korupsi yang diberikan kebebasan bersyarat yaitu, Anggiat P Nahot Simaremare, R. Drajad Adhyaksa, Khossan katsidi Pgl Khossan, HM.Saipudin, dan Bowo Sidik Pangarso. 

Pembebeasan bersyarat terhadap puluhan tersangka kasus korupsi ini dinilai sebagai langkah mundur upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Dengan pembebasan bersyarat ini dinilai tengah mengubah kasus korupsi dari extraordinary crime menjadi kasus kriminal biasa. 

Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menyatakan pemberian pembebasan bersyarat terhadap napi korupsi sudah sesuai dengan undang-undang yang ada. 

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan pemberian pembebasan bersyarat bagi narapidana, sudah bukan wewenang pemerintah.

Selain mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat, pembebasan napi korupsi tersebut juga mendapat tanggapan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK yang menyebut korupsi merupakan kejahatan luar biasa atau extraordinary crime yang juga harus ditangani secara serius dan dengan cara-cara yang ekstra.