Indonesia dan Malaysia Sepakat Atasi Diskriminasi Sawit oleh Uni Eropa

10 February 2023 15:50

Indonesia dan Malaysia sepakat untuk melakukan pendekatan bersama dalam menghadapi diskriminasi minyak sawit seperti dilakukan Uni Eropa melalui kesepakatan politik tentang komoditas bebas deforestrasi.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan bilateral Menko Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Dato Sri Haji Fadillah bin Haji Yusof di Jakarta, Kamis (9/2/2023).

Airlangga mengatakan, salah satu langkah konkret yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah melakukan misi bersama ke Uni Eropa untuk mengkomunikasikan solusi dan konsekuensi dari proposal komoditas bebas deforestrasi yang telah disepakati Uni Eropa. Misi bersama juga akan dilakukan ke India untuk mempromosikan penggunaan minyak sawit, menyusul pengakuan ISPO dan MSPO oleh India.
 
"Kami berharap bahwa dialog ini akan membuka banyak standar untuk kedua negara karena pada akhirnya, standar keberlanjutan adalah hal yang penting. Itulah tujuan dari peraturan yang tersirat di uni eropa" ujar Airlangga Hartanto. 

Sementara Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Dato Sri Haji Fadillah bin Haji Yusof menegaskan, komunikasi dengan Uni Eropa penting dilakukan. Hal ini agar mereka memahami apa yang telah dilakukan Indonesia dan Malaysia serta kepatuhannya terhadap semua standar pengembangan sawit berkelanjutan. 
 
"Saya rasa kedua isu tersebut juga membutuhkan minyak kelapa sawit. Jadi di sinilah saya pikir kita harus bekerja sama. Itulah mengapa keterlibatan itu penting. Jadi itulah mengapa kami sepakat untuk membentuk misi bersama kedua negara ke Uni Eropa, untuk mempresentasikan kasus kami yang merupakan komitmen kami di Malaysia, saya yakin juga oleh Indonesia" ujar Dato Sri Haji Fadillah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rulif Augheri Nail)