21 December 2022 11:16
Saksi Ahli Psikologi Forensik (Apsifor) Reni Kusumowardhani menyatakan metode yang digunakan dalam pemeriksaan terdakwa variatif, namun tetap relevan dengan kebutuhan. Hasil pemeriksaan relatif berbeda karena pihaknya multi metode, hal ini dilakukan agar menghasilkan data-data yang kredibel.
"Kenapa kami gunakan multi metode, karena untuk mengontrol kemungkinan deviasi-deviasi dan subyektifitas, sehingga yang kami hasilkan adalah data-data yang relevan konsisten, berkesesuaian dan kredibel," ujar Saksi Ahli Psikologi Forensik Reni Kusumowardhani, di PN Jaksel, Rabu (21/12/2022).
Jaksa Penuntut Umum menanyakan perihal metode Criteria Based Content Analysis (CBCA) yang biasa digunakan mengases korban-korban pelecehan seksual digunakan atau tidak dalam penelitian tim psikolgi forensik dalam pemeriksaan lima terdakwa yang dihadirkan pada sidang hari ini.
Saksi Reni menjelaskan bahwa CBCA itu digunakan hanya untuk menilai kredibelitas dalam konten untuk mengetahui suatu keterangan. "CBCA itu bukan metode khusus, itu hanya tambahan di dalam proses kami menganalisis. Metode nya itu adalah Batre test, jadi ada tes kecerdasan, kepribadian, tes emosi," ucap Ahli Psikologi Forensik Reni Kusumowardhani.
Diketahui CBCA merupakan pernyataan palsu kurang detail dan mengandung perbedaan yang terdeteksi dalam struktur logika, sehingga untuk penelitian disesuaikan dengan beberapa isyarat terentu.